SuaraTasikmalaya.id - Memahami Kurikulum Merdeka mulai dari mana? Para guru bisa melakukan ini.
Pertanyaan tersebut tentu kerap terlontar dari para guru baik dalam benak maupun kepada pihak terkait.
Bagaimana cara memahami kurikulum merdeka dan dari mana dimulainya?
Apakah saya harus menunggu Bimbingan Teknis untuk memahami Kurikulum Merdeka?
Dilansir dari akun resmi Kurikulum Merdeka, para guru tidak perlu harus menunggu adanya Bimbingan Teknis terkait Kurikulum Merdeka.
Sebab sebenarnya ada beberapa hal yang dapat guru lakukan untuk bisa memahami Kurikulum Merdeka secara mandiri.
Menurut akun @kurikulum.merdeka, proses memahami Kurikulum Merdeka dapat dilakukan dengan Pelatihan Mandiri melalui komunitas belajar dan Platform Merdeka Mengajar (PMM).
"Bila diperlukan, pengayaan pembelajaran dapat melalui seri webinar, bertanya melalui Helpdesk, mengundang Narasumber. Berbagi praktik dan pendampingan oleh mitra pembangunan," ujar akun tersebut.
Lalu bagaimana caranya?
Simak 3 cara memahami Kurikulum Merdeka melalui menu di Platform Merdeka Mengajar berikut ini.
1. Buka Platform Merdeka Mengajar temukan 3 menu.
Klik Pengenalan Kurikulum Merdeka. Kemudian Pelatihan Mandiri dan ketiga Info Terkini.
2. Pahami tentang Kebijakan terkait Kurikulum Merdeka
Klik Kebijakan terkait Kurikulum Merdeka di menu Info Terkini.
3. Baca Informasi prinsip dan filosofi serta dokumen-dokumen penting seperti panduan, Capaian Pembelajaran dan contoh Alur Tujuan Pembelajaran di menu Tentang Kurikulum Merdeka. Klik Pengenalan Kurikulum Merdeka.
4. Mulai topik Kurikulum Merdeka dan Perencanaan Pembelajaran di menu Pelatihan Mandiri. Klik Pelatihan Mandiri.
Singkatnya para guru dapat mempelajari lebih lanjut tentang Kurikulum Merdeka di Platform Merdeka Mengajar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Promo Kue Kering Holland Bakery, Cocok untuk Hampers atau Hidangan Lebaran Premium
-
Dukungan KUR BRI Perkuat Produksi Genteng Lokal, Tingkatkan Omzet Bulanan
-
Selamat Jalan Fahdly: SMAN 5 Bandung Berduka, Sekolah Minta Stop Sebar Video Maut di Cihampelas
-
Patahkan Stigma Iran 'Seram', Traveler Ini Bagikan Pengalaman Salat di Masjid Syiah
-
20 Link CTTV Tol Real-time untuk Pantau Arus Mudik Lebaran 2026
-
IndoEBTKE ConEx 2026 Diluncurkan, Fokus Akselerasi Transisi Energi ASEAN
-
Malam Kelam di Cihampelas: Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Dugaan Bentrok Pelajar, Disdik Buka Suara
-
Ledakan Bubuk Mercon di Jombang: Lima Remaja Luka, Rumah Warga Rusak Parah!
-
Donald Trump Umumkan Pengeboman Terdahsyat dalam Sejarah Timur Tengah, Kilang Iran Dilindungi
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei