/
Kamis, 02 Maret 2023 | 12:25 WIB
Ilustrasi anak-anak. ((shutterstock))

SuaraTasikmalaya.id – Seorang anak yatim di Banyuwangi harus meregang nyawa karena gantung diri. Seperti dikutip dari akun TikTok Pesona Banyuwangi, @pesona.bwi, 

Dia adalah MR, bocah 11 tahun, warga Desa Suberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dapur rumahnya.

Menurut akun TikTok tersebut, MR diduga nekat gantung diri dikarenakan seringkali diolok-olok oleh temannya, bahwa dirinya tidak memilki ayah.

Dilansir dari akun Instagram @bwi24jam, pada Selasa, (28/2/2023), Kapolsek Pesanggaran, AKP Basori Alwi, mengkonfirmasi MR meninggal dunia pada Senin, (27/2/2023), dengan cara menggantung diri.

Menurut Basori, sesuai informasi keluarga korban, yang melatarbelakangi perbuatan nekat MR itu adalah karena dia selalu dirundung oleh teman-temannya karena dirinya merupakan anak yatim dan tidak memiliki ayah.

Menurut keterangan sang ibu, MR beberapa kali pulang sekolah dengan keadaan murung.

"Kata ibunya, kalau dia pulang, ngambek tidak menyapa, berarti sedang dongkol. Pernah ditanya sama ibunya, katanya di-bully teman-temannya karena dia anak yatim," ujar Kapolsek Pesanggaran AKP Basori Alwi, dikutip dari akun Instagram @bwi24jam.

Sempat mendapatkan pertolongan untuk dibawa ke klinik terdekat, namun nyawa MR tidak bisa diselamatkan.

Sementara itu Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Deddy Foury Millewa melalui Kasi Humas Polresta Banyuwangi, Iptu Agus Winarno, menghimbau kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya tindak perundungan (bullying), baik secara verbal fisik maupun sosial di dunia maya ataupun nyata.

Baca Juga: Seringkali Pamer Barang Mewah, Kepala Bea Cukai DIY Dicopot, Berapa Harta Kekayaannya?

Pasalnya, korban bullying dapat menjadi tidak nyaman, sakit hati, dan mentalnya tertekan.

“Selain dapat merugikan korban perundungan, perbuatan bullying juga dapat merugikan diri sendiri, karena biusa dijerat dengan hukum pidana,” pesannya. (*/Editor Zahran)

Load More