SuaraTasikmalaya.id - Kampung Naga merupakan singkatan dari Kampung Nagawir yang artinya sebuah perkampungan yang berada di gawir. Gawir sendiri merupakan Bahasa Sunda yang berarti di pinggir tebing.
Kampung ini terletak di Desa Neglasari, Salawu Kabupaten Tasikmalaya perbatasan Tasikmalaya – Garut.
Kampung Naga ini tidak ada hubungannya dengan hewan mitos Naga. Nama Kampung Naga sendiri cukup populer di Jawa Barat karena, merupakan sebuah kampung adat yang masih lestari dan masih memegang adat istiadat nenek moyang mereka.
Walaupun mereka menyatakan memeluk Agama Islam, mereka tetap menjaga warisan budaya leluhurnya.
Menurut kepercayaan masyarakat Kampung Naga, dengan manjalankan adat istiadat nenek moyang, ini berarti menghormati para leluhur dan karuhun.
Warga Kampung Naga sendiri menyebut sejarah kampungnya dengan istilah Pareum Obor. Hal ini diterjemahkan secara singkat yaitu matinya penerangan. Hal ini berkaitan dengan sejarah Kampung Naga itu sendiri yaitu terbakarnya arsip dan sejarah mereka.
Selain itu, sejarah awal mula berdirinya Kampung Naga adalah berawal pada masa kewalian Syekh Syarif Hidayatulloh (Sunan Gunung Jati) dan seorang Abdinya bernama Sembah Dalem Singaparna.
Sunan Gunung Jati dibantu oleh Abdinya, Sembah Dalem Singaparna bertugas menyebarkan agama Islam ke arah barat, yaitu ke Desa Neglasari Tasikmalaya.
Diduga, Sembah Dalem Singaparna merupakan orang yang mendirikan Kampung Naga. Sampai saat ini masyarakat di Kampung Naga sangat menghormati nenek moyang mereka tersebut.
Baca Juga: Rekomendasi 4 Merek ASI Booster Terampuh untuk Dikonsumsi Selama Menyusui
Kampung ini berada di lembah yang subur yang dibatasi oleh hutan keramat. Di dalam hutan tersebut terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga.
Di sebelah selatan, dibatasi oleh sawah-sawah penduduk. Di sebelah utara serta timur, dibatasi oleh Sungai Ciwulan.
Di Kampung Naga terdapat tangga yang memiliki anak tangga yang cukup panjang. Konon katanya setiap orang yang menghitung anak tangga tersebut hasilnya akan selalu berbeda-beda. Entahlah masih menjadi misteri.
Bentuk rumah masyarakat Kampung Naga seragam semuanya, dengan bahannya pun yang seragam yaitu dari bambu serta kayu. Rumahnya harus menghadap ke utara atau ke selatan.
Hal ini tentu menjadi misteri, namun ini adalah salah satu kearifan lokal guna menjadi dasar dalam mengatur masyarakatnya untuk berperilaku dan menyikapi lingkungannya.
Terutama adalah cara untuk mempertahankan adat istiadat setempat yang menjadi bentuk warisan budaya di Indonesia yang masih bertahan hingga kini. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Siap-Siap! Bekasi Bakal Punya Pusat Lifestyle Baru dengan Vibes Alfresco yang Estetik
-
Jaro Ade Ingatkan Dampak Serius Hentikan Tambang: Harga Material Bisa Melonjak 50 Persen
-
Promo QRIS Bank Sumsel Babel Mei 2026, 7 Merchant Kuliner di Palembang Ini Kasih Diskon Makan
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Viral Bus Pontianak-Kuching 2026, Interiornya Disebut Mirip Pesawat dan Tiketnya Bikin Kaget
-
Timnas Argentina di Piala Dunia 2026: Daftar Pemain, Statistik, Jadwal Pertandingan
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Admin Brand Gathering 2026: Kolaborasi UMKM di Dufan Jadi Energi Baru Industri Kreatif
-
Produk Makanan Thailand Makin Diburu, Ternyata Ini yang Bikin Orang Ketagihan