/
Sabtu, 11 Maret 2023 | 13:05 WIB
Rekonstruksi penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy kepada David. Agnes yang diganti peran pengganti terlihat merokok. ((Twitter @Avendi_Prasetyo))

Dalam rekaman video, kerasnya tendangan kaki MDS ke tempurung kepala David terdengar jelas. “Duk!”

Bukti bahwa tendangan itu salah satu penyebab cedera fatal yang dialami David hingga koma.

Selepas itu, Mario memutari lagi tubuh David lalu melakukan selebrasi gol ala Cristiano Ronaldo. Sebelum kembali memukul kepala belakang David.

Dari Brutal Jadi Mellow

Di beberapa kesempatan, MDS terlihat kedapatan meneteskan air mata hingga matanya terlihat sembap.

Ia barangkali tak menyangka kebrutalannya bakal terekspos seantero negeri, bahkan turut menyeret kedua orang tuanya dalam masalah besar.

Apalagi di lokasi rekonstruksi, para warga dan wartawan tampak beberapa kali turut mengolok atau menyoraki saat dirinya memperagakan satu per satu adegan yang diminta polisi.

SL pun sama, ia terlihat banyak menunduk dan menangis. Tangannya seringkali mengepal dan gemetar.

Keduanya bisa dibilang sudah 'kena mental'. Tak ada lagi aksi gagah-gagahan dan sok jago seperti yang terlihat di video penganiayaan yang viral itu.

Baca Juga: Ammar Zoni Ulangi Kesalahannya Terjerat Kasus Narkoba, Netizen: Kecanduan Susah Lepas Kayaknya

Bahkan tampang arogan yang masih ditunjukkan MDS –ketika diperkenalkan polisi sebagai tahanan kepada awak media– tak kelihatan lagi di prosesi rekonstruksi.

Tangis MDS malah makin menjadi kala polisi juga menghadirkan saksi N, yakni ibu dari teman David.

Ibu inisial N lah yang mencegah MDS hendak kembali menghantam David yang sudah terkapar bersimbah darah.

Terlihat masker yang dipakai MDS sesekali kembang-kempis. Dia tampak sesenggukan berurai air mata.

Sementara itu, di sisi lain terlihat SL juga sedang mengepalkan tangan sembari berdoa. Ia turut menangis saat adegan saksi N memperagakan pertolongan kepada David. (*)

Artikel ini perdana tayang di suara.com dengan judul "Mario Dandy dan Shane Lukas Menangis Saat Rekonstruksi Kasus Penganiayaan David Ozora"

Load More