/
Minggu, 19 Maret 2023 | 17:36 WIB
Dedi Mulyadi sedang berdiskusi bersama Budayawan Cirebon tentang makna kata ‘maneh’ dalam kebudayaan Cirebon. (YouTube: LEMBUR PAKUAN CHANNEL)

SuaraTasikmalaya.id – Viralnya Guru Sabil yang dipecat usai kritik Ridwan Kamil membuat Dedi Mulyadi mengunjungi Budayawan Cirebon untuk bertanya lebih dalam tentang kata ‘Maneh’.

Dilansir dari LEMBUR PAKUAN CHANNEL (17/3/23), mantan Bupati Purwakarta yang kini merupakan anggota DPR RI itu menemui dua orang budayawan di Gedung Kesenian Cirebon.

Kang Dedi bertanya kata maneh itu di Cirebon apakah termasuk ke dalam kategori Bahasa kasar atau alus.

Budayawan tersebut menjelaskan bahwa kata ‘maneh’ di Cirebon termasuk ke dalam kategori sedang, bahkan bisa menjadi simbol kedekatan.

“Kalau bagi Cirebon ya sedengan, malah itu kemudian ketika digunakan menjadi simbol kedekatan,” kata budayawan itu.

Dirinya juga menambahkan bahwa ucapan kata ‘maneh’ ke Ridwan Kamil yang dilontarkan oleh Guru Sabil adalah sebuah kewajaran.

“Makanya ketika saya amati bagaimana Pak Sabil yang guru itu memaneh-maneh Pak Gubernur, bagi saya itu suatu kewajaran karena misalnya beliau pernah jadi tim sukses (Tim sukses Ridwan Kami),” tambah Budayawan tersebut.

Hal tersebut diketahui dari foto yang beredar belakangan ini yang memperlihatkan Guru Sabil sedang berjabat tangan dengan Ridwan Kamil.

Mantan Guru Honorer SMK Telkom Cirebon itu memang mengakui bahwa dirinya merasa memiliki kedekatan emosional dengan Ridwan Kami.

Baca Juga: Detik-detik Teddy Minahasa Akui Kirim Pesan untuk Tukar Sabu dengan Tawas

Dalam video kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL (17/3/23), Guru Sabil menyatakan bahwa dirinya menganggap bahwa Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil itu sebagai sosok yang akrab, sehingga dia berani untuk berkomentar maneh kepada Gubernur Jawa Barat tersebut.

“Konteks maneh disitu sih sebenernya karena saya dan warga lainnya apal (tahu) sosok beliau, sosok yang akrab, someah (ramah) gitu, lebih ke friendly (ramah),” ungkap Sabil.

Load More