- Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi santai wacana Pilpres 2029 yang diusulkan koalisi pemerintah.
- PDIP memprioritaskan fokus pada penyelesaian masalah rakyat seperti pendidikan dan kesejahteraan saat ini.
- Hasto setuju bahwa keputusan pencalonan kembali pemimpin bergantung pada capaian prestasi dan warisan nyata.
Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menanggapi santai munculnya wacana mengenai Pilpres 2029 yang mulai disuarakan oleh sejumlah partai koalisi pemerintah.
Hasto menegaskan, bahwa kekinian PDIP lebih memilih untuk fokus pada persoalan riil yang dihadapi masyarakat ketimbang terjebak dalam pembicaraan elektoral yang waktunya masih jauh.
Hal ini disampaikan Hasto merespons adanya usulan paket pasangan calon untuk periode mendatang serta dukungan agar Presiden Prabowo Subianto kembali maju untuk periode kedua.
Menurut Hasto, prioritas utama saat ini adalah membenahi sektor-sektor krusial seperti pendidikan dan kesejahteraan.
“Ya, kalau kita lihat dalam sektor pendidikan, penanganan bencana yang juga belum selesai, ketidakadilan di dalam mendapatkan kehidupan yang layak secara kemanusiaan itu masih terjadi, ya lebih baik kita fokus untuk menyelesaikan masalah-masalah rakyat,” ujar Hasto saat ditemui awak media di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, bahwa pemilu adalah agenda rutin lima tahunan yang sudah terjadwal.
Meskipun setiap partai politik pasti memiliki strategi masing-masing, ia menekankan bahwa kontestasi yang sesungguhnya adalah tentang pencapaian prestasi bagi masyarakat.
“Pemilu tanpa kita bahas sekarang, itu akan terjadi lima tahunan. Setiap partai sudah menyiapkan suatu strategi-strategi baik secara organik, ya melalui kekuatan di dalam partainya sendiri untuk tumbuh dan berkembang maupun juga strategi dengan melihat setiap momentum politik untuk dijawab melalui strategi politik dari masing-masing partai,” tegasnya.
"Itu yang harus kita kedepankan. Jadi kontestasi adalah kontestasi mencapai prestasi bagi rakyat, bukan kontestasi di dalam sekadar berbicara elektoral yang memang waktunya itu sudah terjadwal dan masih lama. Itu sikap dari PDI Perjuangan," katanya menambahkan.
Baca Juga: PDIP Kritik Tajam Persoalan PBI BPJS, Minta Segera Reaktivasi dan Ada Data Terintegerasi
Lebih lanjut, Hasto juga mengomentari pernyataan Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, yang menyebut bahwa keputusan Prabowo Subianto untuk maju kembali akan bergantung pada keberhasilan pemerintahannya saat ini.
Hasto menyatakan kesepakatannya terhadap pandangan tersebut.
Ia menilai, seorang pemimpin memang seharusnya mengedepankan kerja nyata dan membangun warisan (legasi) yang bermanfaat bagi bangsa sebelum memikirkan dukungan politik berikutnya.
“Ya dari apa yang disampaikan oleh Pak Dasco juga menunjukkan gambaran politik riil yang seharusnya dilakukan oleh pemimpin untuk mencetak keberhasilan terlebih dahulu, membangun legasi, baru dari situlah rakyat akan memberikan suatu apresiasi. Apakah berupa dukungan atau berupa suatu kritik-kritik untuk masukan bagi perjalanan bangsa ke depan agar lebih baik. Jadi kami sependapat, itulah yang harus kita kedepankan dulu,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasto PDIP: Penegak Hukum Jangan Jadi Alat Kekuasaan
-
3 Langkah Taktis Dasco soal Krisis Penonaktifan BPJS PBI
-
DPR Evaluasi Penonaktifan BPJS PBI, Rapat Terbuka Digelar
-
PDIP Kritik Tajam Persoalan PBI BPJS, Minta Segera Reaktivasi dan Ada Data Terintegerasi
-
Pertarungan di Senayan: Menghapus Ambang Batas Parlemen Demi Suara Rakyat atau Stabilitas Politik?
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi
-
Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR
-
Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
-
Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?
-
Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan
-
Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas
-
Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia