SuaraTasikmalaya – FIFA telah resmi batalkan Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U20. Hal ini dikarenakan FIFA menilai bahwa Indonesia belum aman untuk selenggarakan event skala dunia. Terlebih lagi, banyak penolakan terhadap timnas Israel dalam ajang ini.
Namun, ternyata Indonesia bukan satu-satunya negara yang pernah dibatalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia U20. Tercatat, sepanjang perhelatan, sebelumnya FIFA telah membatalkan sedikitnya sebanyak empat kali di tiga negara.
Adapun beberapa negara yang pernah dibatalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia U20, yaitu:
1. Nigeria
Negara dari benua Afrika ini tercapat pernah dua kali gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U20. Pertama, pada tahun 1991, akibat adanya praktek pemalsuan umum pemain. Hasilnya tuan rumah dipindahkan ke Portugal. Kedua, pada tahun 1995, Nigeria dibatalkan jadi tuan rumah akibat adanya wabah penyakit. Ajang ini dipindahkan ke Qatar.
2. Yugoslavia
Negara dari Eropa Timur ini, awalnya direncakan menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 pada tahun 1993. Namun hal ini dibatalkan akibat adanya perang saudara di negaranya. Australia akhirnya menjadi tuan rumah pengganti.
3. Irak
Negara dari timur tengah ini rencanaya akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 tahun 2023. Namun, akibat adanya invasi Amerika, Irak berubah menjadi negara konflik dan perang. Alhasil FIFA membatalkan Irak menjadi tuan rumah dan diganti oleh Uni Emira Arab (UEA).
Baca Juga: Kebakaran Delapan Bangunan di Solok, Dua Diantaranya Rumah Gadang Minangkabau
Selang 20 tahun pasca pembatalan terakhir, Indonesia mengulang kasus yang sama. Indonesia batal jadi tuan rumah Piala Dunia U20 dengan alasan faktor keamanan.
Namun, sampai saat ini, belum diketahui siapakah yang akan menggantikan Indonesia. Argentina diduga jadi kandidiat terkuat menjadi tuan rumah pengganti. (*)
Berita Terkait
-
Simak! Ini Perjalanan Panjang Timnas Indonesia Piala Dunia U20 yang Akan Dibubarkan Shin Tae-Yong
-
Refly Harun Cium Aroma Kental Kepentingan Politik Erick Thohir pada Polemik Piala Dunia U20, Namun Gagal!
-
Dituding Tebang Pilih, FIFA Masih 'Bungkam' atas Insiden Penembakan Gas Air Mata Tentara Israel pada Final Sepak Bola di Palestina
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gubernur Rudy Mas'ud Tegaskan Tak Ada Pemberhentian PPPK di Kaltim
-
Menteri PPPA Dorong Polisi Kejar Bukti Digital Kasus Eksploitasi Anak oleh WNA Jepang di Blok M
-
Review Serial My Royal Nemesis: Suguhkan Intrik Selir dengan Twist Modern
-
Sinopsis Premium Rush: Aksi Kurir Sepeda Hindari Polisi Korup, Tayang di Bioskop Trans TV
-
Pramono Anung: Ring Tinju Redam Geng Jalanan Jakarta Timur, Saya Bangun Lagi di Kampung Melayu
-
Borneo FC Gagal Menang di Markas Persijap, Fabio Lefundes: Peluang Juara Belum Berakhir
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Idgitaf dan Hindia Rilis Masih Ada Cahaya, Bawa Pesan untuk Tetap Melangkah
-
Performa Kian Gacor, Dean Zandbergen Disetarakan dengan Cristian Gonzales?
-
Eks Kasat Narkoba Kutai Barat AKP Deky Dibekuk Bareskrim, Diduga Jadi Beking Bandar Sabu!