/
Senin, 24 April 2023 | 13:18 WIB
Ilustrasi umat muslim beribadah. Hukum puasa yang harus didahulukan antara puasa syawal dan puasa qadha. (pixabay.com)

SUARA TASIKMALAYA Puasa syawal merupakan ibadah sunnah yang dilakukan selama 6 hari, setelah puasa Ramadhan. 

Meski hukumnya sunnah, ibadah puasa ini memiliki keistimewaan tersendiri sebab pahalanya setara dengan berpuasa selama 1 tahun. 

Akan tetapi, disaat yang bersamaan beberapa umat muslim memiliki hutang puasa yang juga harus segera dibayar. Lantas diantara puasa syawal dan puasa qadha, manakah yang harus didahulukan?.

Perihal ini, Ustadz Khalid Basalamah berpendapat bahwa melaksanakan puasa qadha itu lebih utama, dibanding puasa syawal. 

Sebab dalam hadist tentang keistimewaan puasa syawal dijelaskan, melaksanakan puasa syawal sama dengan pahala puasa selama satu tahun, dengan syarat melaksanakan puasa Ramadhan satu bulan penuh dan puasa syawal selama 6 hari. 

Jadi, pada dasarnya muslim dan muslimah yang memiliki utang puasa boleh melaksanakan puasa syawal terlebih dahulu, akan tetapi amal atau pahala yang tercatat tidak setara dengan puasa selama satu tahun, karena belum menyelesaikan puasa Ramadhan satu bulan penuh. 

Karena itu, para ulama lebih mengutamakan untuk membayar hutang puasa terlebih dahulu, sebelum melakukan puasa syawal,. 

Agar kita sebagai umat muslim mendapatkan pahala sebesar-besarnya. Selalu mendambakan pahala ini juga merupakan perbuatan yang sangat disenangi oleh Allah SWT. (*)

Baca Juga: Hukum Menonton Film Porno saat Bulan Ramadhan Menurut Ustad Abdul Somad, Ternyata Membatalkan Puasa Jika Terjadi Hal Ini

Load More