/
Selasa, 25 April 2023 | 09:20 WIB
Ilustrasi niat berpuasa. Hukum menggabungkan niat puasa Qadha dan puasa Syawal. (freepik jcomp)

SUARA TASIKMALAYA – Umat Islam dianjurkan untuk melakukan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal, atau disebut juga dengan puasa Syawal

Puasa Syawal ini merupakan salah satu ibadah yang sangat digemari oleh Rasulullah SAW, mengingat besarnya pahala yang didapatkan jika melaksanakan puasa tersebut. 

Akan tetapi, terdapat beberapa umat muslim yang sebelumnya tidak melakukan puasa Ramadhan, sehingga wajib hukumnya bagi mereka untuk mengqadha puasa tersebut. 

Namun, yang seringkali menjadi pertanyaan, apakah niat puasa Qadha dan puasa Syawal dapat digabungkan?

Perihal ini, para ulama memiliki beragam pendapat. Namun, yang paling utama dan paling benar menjelaskan bahwa puasa Qadha dan puasa Syawal adalah dua jenis ibadah yang sifatnya mustakillah, atau berdiri sendiri dan tidak bisa digabungkan. 

Artinya, seorang umat muslim haruslah terlebih dahulu melakukan puasa Qadha Ramadhan, yang sifatnya lebih wajib dan utama. Baru setelah itu, melakukan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal. 

Hal ini juga dilakukan oleh Rasulullah SAW, di mana beliau memisahkan waktu pelaksanaan kedua jenis puasa ini. Sebagaimana dituangkan dalam oleh Abu Ayyub Al-Anshari, dalam Shahih Muslim. 

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian ia mengikutinya dengan puasa sunnag 6 hari di bulan Syawal, maka itu seakan-akan ia berpuasa sepanjang tahun,” (HR. Muslim), dikutip dari kanal YouTube Yufid.TV, Selasa (25/4/2023). 

Dari hadist tersebut, Rasulullah SAW menyebutkan 2 jenis puasa yang berbeda, karena itu para ulama menyimpulkan bahwa puasa Qadha Ramadhan dan puasa Syawal adalah ibadah yang mustakillah.

Baca Juga: Begini Cara Menunaikan Puasa Syawal, Menurut Ustadz Adi Hidayat

Sehingga, bagi mereka yang ingin berpuasa di bulan Syawal dan masih memiliki Qadha puasa, hendaklah membayar Qadha puasa terlebih dahulu, dan tidak bisa menggabungkan niat kedua puasa tersebut. (*)

Load More