SUARA TASIKMALAYA - Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri mengatakan dirinya tak bisa berkomentar banyak tentang Timnas Filipina.
Hal itu diungkapkan Indra Sjafri saat konferensi pers menjelang pertandingan Sea Games cabang sepakbola antara Timnas Indonesia vs Filipina.
Kata Indra, dirinya memandang semua lawan di grup A adalah lawan yang harus serius dihadapi.
Khusus tentang lawan perdana, Filipina, Indra mengaku buta dengan kekuatan lawan.
"Saya tidak bisa banyak berkomentar soal teknik tentang Filipina. Yang jelas kami harus tetap mewaspadai mereka.
Semuanya yaitu Timor Leste Myanmar, dan Kamboja, bagi Indonesia adalah lawan-lawan yang harus kami respons secara baik. Tentu kami harus kerja keras, disiplin, dan fokus hingga meraih hasil terbaik,” ujar Indra seperti dilansir Suara Tasikmalaya dari @pssi.
Lanjut Indra, Sea Games bukan hal yang baru bagi dirinya.
“Ini untuk saya adalah SEA Games yang kedua. Kami datang ke sini dengan kekuatan 20 pemain sesuai regulasi, dan kami siap mengikuti turnamen ini,” kata Indra Sjafri.
Indra hanya memastikan bahwa pelatih telah meminta para punggawa Garuda Muda untuk bermain dengan baik di setiap pertandingan fase grup
Baca Juga: Akhirnya Persib Ucapkan Hatur Nuhun pada Pemain Ini
“Kami meminta kepada para pemain untuk merespons dengan baik setiap pertandingan di fase grup SEA Games," tandas Indra.
Timnas Indonesia U-22 akan melakoni laga pertama Sea Games Kamboja 2023 kontra Filipina, Sabtu, 29 April 2023 jam 16.00 WIB. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan