/
Senin, 19 Juni 2023 | 21:15 WIB
Bacapres dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan (tengah) (Suara.com/Alfian Winanto)

SUARA TASIKMALAYA - Anies Baswedan seorang politikus dan akademisi Indonesia belakangan ini kerap menjadi bahan olok-olokan di media sosial terkait kebijakan-kebijakannya yang dinilai kontroversi.

Kontroversi seputar Anies Baswedan sebagian besar berkaitan dengan masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017 hingga 2022. Salah satu kontroversi terbesar adalah terkait dengan penutupan Jalan Basuki Rachmat selama sehari pada tahun 2017.
 
Selain itu, Anies juga mendapat kritik karena kebijakannya dalam menghentikan proyek reklamasi pulau-pulau di Teluk Jakarta yang sebelumnya telah diusung oleh pemerintah sebelumnya. Keputusan tersebut mendapatkan beragam tanggapan dari berbagai pihak.

Dikutip dari Youtube KICK ANDY pada Senin (19/6/2023), Anies mengajak seluruh warga Indonesia untuk menggunakan informasi secara lengkap dan mengajak untuk objektif serta menggunakan akal sehat dalam menilai sesuatu.

Anies mengatakan bahwa kenyataan itu akan berbicara jauh lebih kuat daripada pernyataan. Dalam hal ini, karya yang telah ia lakukan di Jakarta dapat dijadikan sebagai basis dalam melakukan penilaian.

Menyikapi tudingan-tudingan seperti tidak ramah dengan minoritas, diskriminatif dan label-label apapun.

Menurutnya, kekhawatiran-kekhawatiran yang dihembuskan kepada dirinya itu sudah berlangsung sejak 2017. Kini, Anies telah bertugas di Jakarta selama 5 tahun dan kenyataan yang terjadi hari ini bisa dijadikan penilaian.

Sementara itu, mengenai program kerja. Anies mengungkapkan bahwa program yang baik akan diteruskan, dibesarkan, dan dikembangkan itu adalah prinsip.

Jika program bermasalah harus dikoreksi seperlunya, seharusnya. Ia pun mengaitkan dengan kenyataan di Jakarta dalam nahkoda kepemimpinannya.

Kemudian, ia menyampaikan akan menomorsatukan tema 'kesetaraan' di dalam kebijakan-kebijakannya, supaya pertumbuhan ekonomi tinggi dan dapat dirasakan oleh rumah tangga-rumah tangga di Indonesia.

Baca Juga: Megawati Beri Pesan ke Kadernya, Minta Peringatan Puncak Bulan Bung Karno Jadi Ajang Unjuk Peningkatan

"Bukan hanya angka pertumbuhannya yang tinggi secara statistik, tapi rumah tangganya harus merasakan peningkatan kesejahteraan," kata Anies.

Menurutnya , kemiskinan dalam memenuhi kebutuhan hidup disebabkan oleh 2 faktor, yaitu biaya hidup tinggi dan pemasukannya yang kecil. Problematik tersebut, akan dijadikan fokus yang sangat serius untuk menghilangkan ketimpangan dan harus segera diselesaikan.

Terakhir, Anies menyatakan bahwa meritokrasi harus dikembalikan dan dijadikan prioritas utama di tubuh TNI, Polisi, dan Aparatur Sipil Negara.

Tujuannya adalah supaya negara bisa memberikan yang terbaik bagi rakyat dengan menekankan jenjang karir dengan prestasi  bukan dengan relasi kuasa (koneksi).
***

Load More