SUARA TASIKMALAYA - Anies Baswedan seorang politikus dan akademisi Indonesia belakangan ini kerap menjadi bahan olok-olokan di media sosial terkait kebijakan-kebijakannya yang dinilai kontroversi.
Kontroversi seputar Anies Baswedan sebagian besar berkaitan dengan masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017 hingga 2022. Salah satu kontroversi terbesar adalah terkait dengan penutupan Jalan Basuki Rachmat selama sehari pada tahun 2017.
Selain itu, Anies juga mendapat kritik karena kebijakannya dalam menghentikan proyek reklamasi pulau-pulau di Teluk Jakarta yang sebelumnya telah diusung oleh pemerintah sebelumnya. Keputusan tersebut mendapatkan beragam tanggapan dari berbagai pihak.
Dikutip dari Youtube KICK ANDY pada Senin (19/6/2023), Anies mengajak seluruh warga Indonesia untuk menggunakan informasi secara lengkap dan mengajak untuk objektif serta menggunakan akal sehat dalam menilai sesuatu.
Anies mengatakan bahwa kenyataan itu akan berbicara jauh lebih kuat daripada pernyataan. Dalam hal ini, karya yang telah ia lakukan di Jakarta dapat dijadikan sebagai basis dalam melakukan penilaian.
Menyikapi tudingan-tudingan seperti tidak ramah dengan minoritas, diskriminatif dan label-label apapun.
Menurutnya, kekhawatiran-kekhawatiran yang dihembuskan kepada dirinya itu sudah berlangsung sejak 2017. Kini, Anies telah bertugas di Jakarta selama 5 tahun dan kenyataan yang terjadi hari ini bisa dijadikan penilaian.
Sementara itu, mengenai program kerja. Anies mengungkapkan bahwa program yang baik akan diteruskan, dibesarkan, dan dikembangkan itu adalah prinsip.
Jika program bermasalah harus dikoreksi seperlunya, seharusnya. Ia pun mengaitkan dengan kenyataan di Jakarta dalam nahkoda kepemimpinannya.
Kemudian, ia menyampaikan akan menomorsatukan tema 'kesetaraan' di dalam kebijakan-kebijakannya, supaya pertumbuhan ekonomi tinggi dan dapat dirasakan oleh rumah tangga-rumah tangga di Indonesia.
"Bukan hanya angka pertumbuhannya yang tinggi secara statistik, tapi rumah tangganya harus merasakan peningkatan kesejahteraan," kata Anies.
Menurutnya , kemiskinan dalam memenuhi kebutuhan hidup disebabkan oleh 2 faktor, yaitu biaya hidup tinggi dan pemasukannya yang kecil. Problematik tersebut, akan dijadikan fokus yang sangat serius untuk menghilangkan ketimpangan dan harus segera diselesaikan.
Terakhir, Anies menyatakan bahwa meritokrasi harus dikembalikan dan dijadikan prioritas utama di tubuh TNI, Polisi, dan Aparatur Sipil Negara.
Tujuannya adalah supaya negara bisa memberikan yang terbaik bagi rakyat dengan menekankan jenjang karir dengan prestasi bukan dengan relasi kuasa (koneksi).
***
Berita Terkait
-
DPR Segera Sahkan RUU Kesehatan Di Rapat Paripurna Terdekat, Demokrat-PKS Menolak
-
Puan-AHY Bertemu, Posisi Anies Baswedan Disebut Bisa Makin Sulit
-
Anies dan Puan Berangkat Haji di Waktu yang Sama, Demokrat: Jika Benar, Semoga Makkah Jadi Tempat Pertemuan
-
Demokrat Ungkap Anies Mau Berangkat Haji Akhir Juni, Bawa Nama Capres-Cawapres ke Tanah Suci?
-
Rentetan Kontroversi Ponpes Al Zaytun dan Panji Gumilang: Ngaku Komunis, Nyanyi Lagu Yahudi
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Gelombang Protes UNM Berlanjut, Mahasiswa Minta Mendikti Evaluasi Kebijakan
-
Moodys Tebar Peringatan Dini buat Prabowo: Kebijakan Ugal-ugalan!
-
Dorong Smart Diplomacy, OIC Youth Indonesia Siapkan Pemimpin Muda Global
-
Berpeluang Membela Timnas Indonesia, Luke Vickery Berikan Kode Positif?
-
Libas Unggulan Kedua, Janice/Eala Maju ke Semifinal Abu Dhabi Open 2026
-
Target Percepatan Elektrifikasi 100 Persen, Gubernur Khofifah Pasang Listrik Gratis untuk 3.400 RTM
-
Baru Gabung Langsung Latihan, Fasilitas Dewa United Bikin Ivar Jenner Terkejut
-
Usut Manipulasi Pajak, Kejagung Tunggu Hasil Audit Penghitungan Kerugian Negara dari BPKP
-
Kemenkes Bangun 66 RS Tipe C di Daerah Terpencil, Apa Saja Fasilitas Canggihnya?
-
Alex Marquez Catat Waktu Tercepat saat Tes Uji Coba MotoGP Sepang