SUARA TASIKMALAYA - Edwin Van Der Sar telah berhasil melewati masa-masa kritisnya usai pendarahan otak, namun Mantan kiper Manchester United dan timnas Belanda harus masih dirawat intensif di Rumah Sakit.
Tak hanya itu, laporan tersebut juga mengungkap kalau Edwin sudah bisa diajak berkomunikasi.
"Edwin masih di unit perawatan intensif, tetapi stabil. Dia tidak dalam kondisi kritis yang mengancam jiwa. Setiap kali kami mengunjunginya, dia komunikatif. Kami harus menunggu dengan sabar untuk melihat perkembangannya," kata Annemarie dikutip dari laman resmi Ajax Amsterdam, Rabu (12/7/2023)
Sebelumnya, kronologi pria 52 tahun tersebut mengalami pendarahan otak ketika ia sedang berlibur di sebuah pulau di Kroasia bersama keluarga yaitu putrinya Lynn dan teman-temannya di Carpe Diem Bar di Hvar pada pekan lalu.
Ketika itu dirinya sempat kehilangan kesadaran hingga harus dilarikan ke rumah sakit menggunakan helikopter untuk segera mendapatkan pertolonganpingsan.
Edwin Van der sar mantan penjaga gawang tim nasional Belanda, yang saat ini Van Der Sar berstatus sebagai CEO Ajax Amsterdam. Namun dirinya telah menyatakan pengunduran diri akibat dari hasil buruk lebah pada Mei, klubnya klubnya yang finish di peringkat 3 Belanda.
Namun pihak ajak Amsterdam tidak langsung memutuskan Ajax Amsterdam mereka masih mengikat Edwin Van Der Sar hingga Agustus untuk masa transisi.
Karena melihat ke belakang selama dirinya bermain dan sebagai penjaga gawang banyak Korean prestasi yang telah Ia raih salah satunya mempersembahkan satu trofi Liga Champions untuk Manchester United dan Ajax Amsterdam.
Dia kembali berhasil mengangkat trofi juara Liga Champions bersama Manchester United setelah sempat membela Juventus dan Fulham pada 2008 .
Baca Juga: Perubahan Signifikan Pantai Terkotor No. 2 Bersama Pandawaragroup
Usai Manchester United kalah dari Barcelona dalam pertandingan final Liga Champions Van Der Sar memutuskan gantung sarung tangan pada 2011 . (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026