/
Minggu, 06 Agustus 2023 | 06:16 WIB
Penggagas Sekolah Pemerintahan Desa, Sofyan Sjaf saat menggelar upacara pembukaan SPD angkatan III di IPB University, Jumat (4/8/2023). (Suara.com/Ist)

SUARA TASIKMALAYA - Di gelaran upacara pembukaan Sekolah Pemerintahan Desa (SPD) di IPB University, penggagas SPD, Sofyan Sjaf membeberkan manfaat adanya SPD.

Diketahui, opening ceremony SPD yang sudah mencapai Angkatan III digelar di Komples Kampus IPB University, Drama, Kabupaten Bogor, Jumat (4/8/2023).

Beberapa tokoh yang di antaranya Kepala DPMD Kabupaten Bogor, Kepala Desa (Kades) sebagai desa peserta SPD 2023, Dirjen Bina Otonomi Daerah - Kemendagri, dan civitas akademik IPB hadir pada upcara tersebut.

Sofyan Sjaf yang sebagai penggagas SPD sekaligus Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University melakukan sambutannya saat acara bergulir.

Adanya SPD sebagai salah satu bentuk program dari IPB yang mempunyai tujuan untuk memajukan desa, terutama yang ada di dekat lingkungan IPB University.

"Konstituen IPB University tidak lain adalah desa itu sendiri. Keberadaan SPD menunjukkan bahwa IPB memiliki komitmen besar terhadap desa," tutur Sofyan Sjaf.

Pemantauan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di desa menjadi faktor penting bagi pihaknya agar bisa menciptakan pemerintahan desa yang terus menunjukkan kualitasnya.

"Kami percaya bahwa masa depan Indonesia terletak di desa, karena itu penting untuk mengawal desa, di antaranya memastikan SDM yang menggerakkan pemerintah desa berkualitas dan berkemajuan," paparnya.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Ernan Rustiadi menyampaikan hal serupa dari Sofyan Sjaf dan mendukung langkahnya dari program SPD tersebut.

Baca Juga: Sulitkan Timnya, Pelatih Kashima Antlers Prediksi Kiprah Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2023

Apalagi, Erna melihat inovasi dari Sofyan Sjaf sejak mendirikan Data Desa Presisi yang tujuannya serupa dengan SPD, karena ingin memajukan dalam pembangunan desa.

"Kami percaya bahwa di masa depan, desa-desa Indonesia adalah pusat pertumbuhan. Peluang untuk merealisasikannya pun sangat besar," jelas Erna.

"Terlebih sejak keberadaan Undang-Undang Desa. Desa tidak hanya diberikan kewenangan untuk mengelola pembangunan, tetapi juga diberikan stimulan (pembangunan) melalui skenario Dana Desa," sambungnya.

Selain itu, Wakil Rektor tersebut juga mengucapkan selamat datang terhadap para peserta SPD angkatan III tahun 2023, karena bisa bertemu para dosen yang berkualitas di IPB University.

Untuk jumlah peserta SPD angkatan III kali ini diinformasikan Kepala SPD IPB University, Rajib Gandhi mencapai 180 orang dari total 60 desa yang ada di Kabupaten Bogor.(*)

Load More