SUARA TASIKMALAYA - Dampak keputusan Partai NasDem untuk menunjuk cawapres untuk mendampingi Anies Baswedan telah menimbulkan ketegangan dengan koalisi mereka, terutama Partai Demokrat.
Merasa Anies Baswedan telah khianati dirinya, SBY, atau Susilo Bambang Yudhoyono, akhirnya angkat bicara mengenai penunjukan Cak Imin atau Muhaimin Iskandar sebagai cawapres oleh NasDem.
Presiden RI ke-6 ini bahkan tidak bisa membayangkan kemungkinan Indonesia dipimpin oleh Anies Baswedan.
Dia merasa bersyukur karena merasa diselamatkan oleh Allah SWT karena tidak harus mendukung seseorang yang tidak jujur.
Dikutip dari Suara Tasikmalaya, pernyataan tersebut dia sampaikan dalam konferensi pers di Cikeas, Jawa Barat.
SBY menjelaskan bahwa mereka diberikan izin oleh Allah SWT untuk mendukung calon presiden yang lebih dapat dipercaya.
Lebih lanjut, SBY mengkritik Partai NasDem karena dianggapnya tidak memberikan contoh yang baik dengan melanggar kesepakatan yang telah disepakati.
Dia juga tidak bisa membayangkan Indonesia akan dipimpin oleh pemimpin yang tidak jujur.
"Nah, sekarang saja tidak sidiq, tidak amanah, tidak memegang komitmennya. Bagaimana nanti kalau memimpin," ucap SBY.
Baca Juga: Analisis Teori Ilmu Politik atas Langkah Anies Baswedan-Cak Imin sebagai Capres-Cawapres
Selain itu, SBY juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan kesetiaan terhadap prinsip-prinsip koalisi politik. Bagi SBY, koalisi adalah alat untuk mencapai tujuan bersama dan memastikan stabilitas dalam pemerintahan.
Tindakan yang merusak kesepakatan dalam koalisi dapat mengancam kohesi politik dan memunculkan ketidakpastian dalam pemerintahan.
SBY juga menegaskan bahwa dalam dunia politik, kepercayaan dan kejujuran merupakan hal yang sangat penting. Masyarakat Indonesia berhak memiliki pemimpin yang dapat diandalkan dan memegang komitmen mereka dengan teguh.
Kekhawatiran SBY terhadap ketidakjujuran dan ketidakamanahan dalam kepemimpinan merupakan dorongan kuat untuk mengingatkan bahwa nilai-nilai moral harus dijunjung tinggi dalam politik. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Menerka Langkah Demokrat Usai Ditikung NasDem, Pakar Politik UGM Sebut Ada Kemungkinan ke PDIP
-
Anies Baswedan Lebih Pilih Cak Imin Jadi Cawapres daripada PKS dan Demokrat
-
Analisis Teori Ilmu Politik atas Langkah Anies Baswedan-Cak Imin sebagai Capres-Cawapres
-
Angkat Bicara Usai Demokrat Cabut Dukungan, Anies: Pada Waktunya Ada Penjelasan
-
Sakit Hati dengan Cara Nasdem Pilih Cak Imin, Kader Demokrat Bersihkan Cimahi dari Foto Anies-AHY
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Produk Eksfoliator untuk Kulit Berjerawat Rekomendasi Dokter Estetika
-
Lenovo x FIFA World Cup 2026 Hadir di Indonesia, Luncurkan Laptop AI Edisi Terbatas
-
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Polda Sulut
-
Paylater dan Pinjol: Ketika Kemudahan Berubah Menjadi Ketergantungan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Bukan Drama Chaebol Biasa: Mengapa Cinderella at 2 AM Layak Masuk Watchlist Kamu
-
Love on the Brain: Bertemu Cinta di Balik Laboratorium NASA
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Vivo Y6a Resmi Rilis, Bawa Baterai Jumbo 7.200 mAh dan Spek Gahar
-
Lelaki yang Menawarkan Euforia Lewat Kereta Luncur di Tengah Belantara