/
Sabtu, 02 September 2023 | 12:38 WIB
Anie Baswedan (kiri) dan Cak Imin (kanan), pasangan capres-cawapres yang akan maju di pemilu 2024.

SUARA TASIKMALAYA - Pasangan Anies Baswedan-Cak Imin sebagai calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) dalam pemilihan umum (Pemilu) 2024 merupakan salah satu pasangan yang paling menarik perhatian.

Selain karena proses pemilihan cawapresnya yang kontroversial karena dianggap mengkhianati partai demokrat, pasangan ini menggabungkan dua sosok yang berbeda, yaitu Anies Baswedan yang memiliki latar belakang birokrat dan Cak Imin yang memiliki latar belakang politik praktis.

Langkah Anies Baswedan dan Cak Imin ini dapat dianalisis dari berbagai teori ilmu politik. Salah satu teori yang relevan adalah teori elektoral.

Dikutip dari Ilmu Politik: Dasar-Dasar, Teori dan Kebijakan oleh Prof. Dr. Miriam Budiardjo, Teori elektoral menyatakan bahwa partai politik akan memilih kandidat yang memiliki peluang besar untuk memenangkan pemilihan umum.

Dalam kasus Anies Baswedan-Cak Imin, kedua kandidat ini memiliki peluang besar untuk memenangkan pemilihan umum.

Anies Baswedan adalah kandidat yang populer dan memiliki elektabilitas yang tinggi. Cak Imin juga memiliki elektabilitas yang cukup tinggi, terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Selain itu, Anies Baswedan dan Cak Imin memiliki basis dukungan yang berbeda-beda. Anies Baswedan memiliki basis dukungan yang kuat di kalangan milenial dan urban, sedangkan Cak Imin memiliki basis dukungan yang kuat di kalangan NU.

Teori lain yang relevan adalah teori koalisi. Teori ini menyatakan bahwa partai politik tidak dapat memenangkan pemilihan umum tanpa membentuk koalisi dengan partai politik lain.

Dalam kasus Anies Baswedan-Cak Imin, koalisi ini terdiri dari Partai NasDem, Partai PKB, dan Partai Demokrat. Koalisi ini memiliki kekuatan yang cukup besar untuk memenangkan pemilihan umum.

Baca Juga: Angkat Bicara Usai Demokrat Cabut Dukungan, Anies: Pada Waktunya Ada Penjelasan

Selain itu, langkah Anies Baswedan-Cak Imin ini juga dapat dilihat sebagai upaya untuk memecah hegemoni partai politik besar di Indonesia.

Dalam pemilihan umum presiden 2024, Anies Baswedan-Cak Imin akan mencoba untuk menjadi alternatif bagi partai-partai besar seperti PDI-P dan Gerindra.

Tentu saja, masih terlalu dini untuk memprediksi apakah langkah Anies Baswedan-Cak Imin ini akan berhasil. Namun, langkah ini telah menunjukkan bahwa politik Indonesia semakin kompleks dan dinamis. (*)

Load More