SUARA TASIKMALAYA - Pasangan Anies Baswedan-Cak Imin sebagai calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) dalam pemilihan umum (Pemilu) 2024 merupakan salah satu pasangan yang paling menarik perhatian.
Selain karena proses pemilihan cawapresnya yang kontroversial karena dianggap mengkhianati partai demokrat, pasangan ini menggabungkan dua sosok yang berbeda, yaitu Anies Baswedan yang memiliki latar belakang birokrat dan Cak Imin yang memiliki latar belakang politik praktis.
Langkah Anies Baswedan dan Cak Imin ini dapat dianalisis dari berbagai teori ilmu politik. Salah satu teori yang relevan adalah teori elektoral.
Dikutip dari Ilmu Politik: Dasar-Dasar, Teori dan Kebijakan oleh Prof. Dr. Miriam Budiardjo, Teori elektoral menyatakan bahwa partai politik akan memilih kandidat yang memiliki peluang besar untuk memenangkan pemilihan umum.
Dalam kasus Anies Baswedan-Cak Imin, kedua kandidat ini memiliki peluang besar untuk memenangkan pemilihan umum.
Anies Baswedan adalah kandidat yang populer dan memiliki elektabilitas yang tinggi. Cak Imin juga memiliki elektabilitas yang cukup tinggi, terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Selain itu, Anies Baswedan dan Cak Imin memiliki basis dukungan yang berbeda-beda. Anies Baswedan memiliki basis dukungan yang kuat di kalangan milenial dan urban, sedangkan Cak Imin memiliki basis dukungan yang kuat di kalangan NU.
Teori lain yang relevan adalah teori koalisi. Teori ini menyatakan bahwa partai politik tidak dapat memenangkan pemilihan umum tanpa membentuk koalisi dengan partai politik lain.
Dalam kasus Anies Baswedan-Cak Imin, koalisi ini terdiri dari Partai NasDem, Partai PKB, dan Partai Demokrat. Koalisi ini memiliki kekuatan yang cukup besar untuk memenangkan pemilihan umum.
Baca Juga: Angkat Bicara Usai Demokrat Cabut Dukungan, Anies: Pada Waktunya Ada Penjelasan
Selain itu, langkah Anies Baswedan-Cak Imin ini juga dapat dilihat sebagai upaya untuk memecah hegemoni partai politik besar di Indonesia.
Dalam pemilihan umum presiden 2024, Anies Baswedan-Cak Imin akan mencoba untuk menjadi alternatif bagi partai-partai besar seperti PDI-P dan Gerindra.
Tentu saja, masih terlalu dini untuk memprediksi apakah langkah Anies Baswedan-Cak Imin ini akan berhasil. Namun, langkah ini telah menunjukkan bahwa politik Indonesia semakin kompleks dan dinamis. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Sakit Hati dengan Cara Nasdem Pilih Cak Imin, Kader Demokrat Bersihkan Cimahi dari Foto Anies-AHY
-
Balas Sindiran Zulhas soal Belok Nggak Kasih Sein, PKB: Tidak Perlu Juga Kasih Sein
-
Akui Tidak Kulonuwun Pamit dari Koalisi Pengusung Prabowo, PKB: Karena KKIR Sudah Tidak Berlaku
-
Partai Gelora Deklarasikan Dukung Prabowo, Anis Matta Sindir PKB yang Cabut dari Koalisi Indonesia Maju
-
Tidak Mau Kelamaan 'Digantung', PKB Pilih Tawaran yang Lebih Jelas dari NasDem Ketimbang Gerindra
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai