Suara.com - Sepasang akun Twitter anonim, yang sering mengungkap dan menyebarkan dugaan praktik korupsi pemeritah, diblok di Turki, sejak Minggu (20/4/2014). Pemblokiran itu terjadi kurang dari sepekan setelah Twitter menyetujui permintaan pemerintah Turki untuk menutup sejumlah akun yang dituding membahayakan keamanan nasional.
Dua akun yang diblokir itu - @Haramzadeler333 dan @Bascalan - pernah membocorkan rekaman suara berisi percakapan antara Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan dan puteranya, Bilal, yang mendiskusikan cara untuk menyembunyikan sejumlah besar uang.
Kedua akun itu, yang masing-masing punya sekitar 400.000 follower, tidak bisa diakses di Turki, meski masih bisa diakses dari wilayah lain.
Twitter sendiri menolak mengomentari masalah yang dihadapi kedua akun itu, tetapi mengatakan bahwa perusahaan itu bisa memblokir akun Twitter tertentu sesuai prosedur yang berlaku, misalnya setelah adanya keputusan pengadilan.
Meski demikian Twitter mengatakan tidak akan memberikan informasi penggunanya kepada pemerintah mana pun.
"Twitter belum dan tidak akan memberikan infonrmasi pengguna kepada pemerintah Turki tanpa proses hukum yang valid," tulis Twitter.
Sebelumnya pada bulan lalu Twitter sempat diblokir oleh pemerintahan Turki dan Erdogan mengancam akan menyapu bersih Twitter setelah tudingan sejumlah bukti rekaman tentang korupsi di pemerintahannya menyebar di media sosial itu.
Sepekan setelah Twitter, giliran YouTube yang dilarang di Turki, setelah sebuah rekaman audio yang berisi percakapan tentang rencana untuk menyerang Suriah, bocor di layanan video milik Google itu. (CNET)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
LPSK Buka Suara soal Peluang Sekolah Islam Harapan Ibu Dapat Perlindungan Usai Temuan 995 Senjata
-
Shopee - Tokopedia Tunda Pungut PPh 22, Uang Seller Dikembalikan Mulai 14 Agustus
-
Beda Rice Cooker dan Magic Com, Jangan sampai Salah Pilih untuk Masak Nasi
-
BRIN Kaji Panel Surya Generasi Baru untuk Dorong Kemandirian Energi Indonesia
-
Anggota Geng Motor di Deli Serdang Ditangkap Jual Sabu di Rel Kereta Api
-
Ternyata Ini di Balik Benjamin Netanyahu Tolak 15 Poin Perdamaian Gaza dari Donald Trump
-
Kapal dari Teluk Thailand Bawa 1,3 Ton Ketamine, Disembunyikan di Ruang Rahasia ABK
-
Jebakan Narsisme Kebudayaan: Mengapa Delegasi Mahasiswa Harus Berhenti Sekadar Jadi 'Performer'
-
JPPI Minta Evaluasi Buku Pelajaran Tak Dimanfaatkan untuk Kepentingan Bisnis
-
Dari Kemiren untuk Kemiren: Kiprah Kang Edai Bersama Astra