Suara.com - Memasuki hari keenam serangan udara Israel ke Gaza, ratusan warga Gaza tewas. Hingga Minggu (13/7/2914), bom-bom jet tempur Israel memporak-porandakan Gaza yang dikuasai Hamas dan menewaskan 150 warga, 85 di antaranya warga sipil dan anak-anak.
Hamas membalas dengan hujan roket ke wilayah Israel. Menurut militer Israel, sejak Selasa (8/7/2014), lebih dari 800 roket meluncur ke wilayahnya. Tetapi anehnya ratusan roket itu belum menelan korban jiwa dan hanya bisa melukai warga Israel.
Lalu apa rahasia Israel?
Bukan mantra atau ajian. Israel mengandalkan sistem pertahanan yang disebut "Iron Dome" atau jika diterjemahkan bebas sebagai "Kubah Besi". Inilah kunci Israel melumpuhkan serangan Hamas.
Pertama kali terdengar, orang mungkin menganggap kubah besi semacam gelembung raksasa yang melindungi kota-kota Israel dari roket. Tetapi tidak. Iron Dome adalah misil-misil yang diluncurkan dari darat dan bertugas menghalau roket-roket Hamas di udara.
Bagaimana cara Iron Dome bekerja?
Iron Dome sebenarnya terdiri dari beberapa baterai, yang biasanya mencakup enam peluncur rudal portable (mudah dipindah-pindah). Setiap baterai dilengkapi dengan radar yang bertugas untuk mengidentifikasi target, dalam hal ini roket Hamas. Sistem ini sangat mudah diangkut, dipindahkan, dan hanya butuh beberapa jam untuk disiapkan.
Rudal yang digunakan sangat lincah. Panjangnya hanya 3 meter, diameternya 15 cm, dan bobotnya 90 kg. Kepala rudal diyakini berisi 11 kg bahan peledak berdaya ledak tinggi. Daya jangkaunya sekitar 4 sampai 70 km.
Sistem Iron Dome bisa mengatasi banyak ancaman sekaligus dan beroperasi di segala tipe cuaca. Israel sering memuja-muja sistem ini sebagai terobosan dalam hal pertahanan dan sistem radar.
"Radar mendeteksi sebuah roket saat diluncurkan dan menginformasikan jalur yang akan dilewati roket itu ke pusat kendali, yang kemudian menghitung lokasi jatuhnya roket. Jika lokasi masuk dalam wilayah yang harus dicegat, maka rudal akan mencegat roket itu. Bahan peledak di dalam rudal akan meledak di dekat roket, di area yang tidak akan menyebabkan jatuhnya korban," jelas IDF, angkatan bersenjata Israel.
Dari mana asal muasal teknologi ini?
Israel mulai mengembangkan sistem rudal berbasis darat ini pada 2007. Setelah melewati sejumlah uji coba pada 2008 dan 2009, satu baterai Iron Dome pertama dipasang di selatan Israel pada 2011.
Pada tahun yang sama, angkatan udara Israel mencatat bahwa sistem itu berhasil mencegat 70 persen roket yang diarahkan ke Israel.
Apakah Amerika Serikat terlibat dalam pengembangan Iron Dome?
Ya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
14 Layanan Apple Masuk Verifikasi Komdigi, Ini Daftar Fitur yang Dievaluasi
-
Telkomsel Dorong UKM Go Global dengan AI, DCE Academy 2026 Cetak Wirausaha Digital Baru
-
JBL Quantum Resmi Hadir di Indonesia, Headset Gaming Terbaru untuk Gamer Kasual hingga Esports
-
Teknologi Garmin Jadi Senjata Atlet Hybrid Race, Team Garmin Raih 19 Podium
-
Xiaomi Perkuat Ekosistem REDMI di Indonesia, Tablet hingga Smartwatch Baru Bidik Kebutuhan Gen Z
-
Harga Lagi Naik tapi Mau Beli HP Baru? Ini Tips David GadgetIn agar Tak Rugi
-
4 HP dengan Kamera 108 MP Harga Rp2 Jutaan, Dilengkapi Layar AMOLED dan RAM Jumbo
-
AI for Life, Menandai Kemajuan Pendidikan dan Inovasi Indonesia di Era Kecerdasan Artifisial
-
Harga Reno16 Naik Rp4,3 Juta, Oppo Ungkap Alasan di Baliknya
-
7 HP Terbaik untuk Nonton Konser, Baterai Badak dengan Kamera Zoom Jauh Super Tajam