Suara.com - Militer Israel membalas dengan tembakan artileri menyusul serangan roket yang berasal dari Lebanon ke wilayah sebelah utara negara Zionis itu.
Serangan roket muncul seiring dengan serangan brutal terhadap warga Palestina, yang disebut Israel sebagai aksi membalas serangan kelompok militan Hamas.
Belum ada kelompok yang mengakui telah meluncurkan roket dari Lebanon ke Israel, namun seperti diketahui, Libanon merupakan sarang dari kelompok Hisbullah, terutama di bagian selatan negara itu.
Serangan roket dari Lebanon diluncurkan pada Sabtu (12/7/2014) waktu setempat.
Israel mengidentifikasi terdapat dua roket yang sengaja ditembakkan ke wilayahnya, tepatnya di daerah terbuka sebelah utara Nahariya. Sebagi reaksi, Israel berbalik mengarahkan serangan artileri ke atrah datangnya roket.
Sedangkan seorang sumber keamanan Lebanon, seperti dikutip dari Reuters, mengatakan tiga roket telah ditembakkan dari Lebanon.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban tewas akibat serangan udara Israel ke Gaza telah mencapai 154 orang. Jumlah korban luka juga membengkak jumlahnya. Serangan yang telah berlangsung sejak Selasa itu telah mencederai 950 orang.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya menyerukan untuk diadakannya gencatan senjata antara Israel dan Hamas. PBB juga menyatakan prihatin atas nasib warga sipil di kedua belah pihak.
"Para anggota Dewan Keamanan PBB menyerukan penurunan ekskalasi pada situasi yang ada saat ini, serta pengembalian keamanan dan mewujudkan kembali gencatan senjata yang sudah dipertahankan sejak bulan November 2012," sebut pernyataan dewan beranggotakan 15 negara tersebut. ((Reuters/Al Jazeera)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi
-
RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal
-
Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas
-
Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel
-
Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan
-
Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak
-
Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya
-
Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual