Suara.com - Malam ini, masyarakat di tanah air bisa menyaksikan fenomena langka di angkasa. Fenomena tersebut dikenal dengan sebutan Supermoon.
Supermoon adalah fenomena di mana bulan purnama terlihat jauh lebih besar dan lebih terang dari biasanya. Lalu, apa sebenarnya yang membuat purnama terlihat sedemikian besar?
Menurut Profesor Thomas Djamaluddin dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), istilah Supermoon di kalangan astronom dalam negeri lebih dikenal dengan sebutan purnama terdekat. Disebut purnama terdekat karena memang ketika fenomena itu terjadi, Bulan berada di posisi paling dekat dengan Bumi.
Fenomena ini terjadi setiap tahun. Malam nanti, posisi satelit alami Bumi tersebut paling dekat dibandingkan sebelum-sebelumnya.
"Yang agustus ini tergolong paling dekat. Jarak malam ini 357 ribu km (dari Bumi)," kata Thomas kepada suara.com.
Kemunculan purnama berukuran raksasa itu biasanya disertai dengan sejumlah gejala alam lain, termasuk pasangnya air laut yang lebih tinggi dibanding saat terjadinya purnama biasa.
"Fenomena biasa efeknya terlihat peningkatan tinggi pasang air laut. Pada saat pasang tertarik oleh gravitasi bulan. Pada purnama pasang air laut juga diperkuat oleh gravitasi Matahari. Saat purnama sebenarnya pasang laut sudah tinggi. Saat Supermoon jarak terdekat pasang air laut akan lebih kuat," terang Thomas.
Thomas menambahkan, pada tahun ini, fenomena ini terjadi 3 kali. Yang pertama pada tanggal 13 Juli lalu, malam ini, dan tanggal 9 September mendatang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
5 Lipstik Nude untuk Kulit Sawo Matang, Hasil Akhir Matte hingga Satin
-
Bupati Pemalang Kena OTT, Dede Yusuf Ungkap 'Lingkaran Setan' Korupsi Kepala Daerah
-
Kesepakatan Dagang RI-AS Digugat, Todung Mulya Lubis Sebut Peran Kemlu Kini Sangat Minim
-
Kepercayaan Igor Tolic Dibayar Tuntas, Pemain Muda Persib Tampil Tanpa Rasa Takut
-
Jakarta Target Stop Open Dumping di Bantargebang, Bisakah Target 2029 Tercapai?
-
Fuso Luncurkan Canter Extra Long Bus di GIIAS 2026, Sasar Industri Pariwisata
-
5 Cara Memilih Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kering, Wajah Tetap Lembap dan Tidak Ketarik
-
Pakai Logo dan Jadwal Asli, Begini Modus Penipu Tiket Whoosh Kuras Rekening Korban
-
Presiden Prabowo Apresiasi Rekrutmen IPDN, Cerminan Kesetaraan Kesempatan Bagi Putra-Putri Bangsa
-
DPRD DKI Desak Pemprov Jakarta Percepat Perbaikan Jalan Rusak saat Musim Kemarau