Suara.com - Prasasti setinggi 76 sentimeter, lebar 78 sentimeter, dan tebal 15 sentimeter berhasil ditemukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta di Candi Kedulan yang terletak di daerah Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta.
Kepala Seksi Perlindungan dan Pelestarian BPCB DIY, Wahyu Astuti, menjelaskan prasasti tersebut ditemukan pada kedalaman tiga meter di sekitar Perwara Candi Kedulan. Saat ditemukan, prasasti dalam kondisi terbelah menjadi dua bagian dari atas ke bawah.
Sebelum itu, tahun 2002, kata Wahyu Astuti, petugas juga menemukan prasasti pada tahun 2002 di seputaran Candi Kedulan.
"Candi Kedulan ini ditemukan pada tahun 1993 lalu tahun 2002 kita mendapatkan dua prasasti, dan sekarang kita menemukan satu prasasti lagi, kalau Candi Kedulan sendiri merupakan candi Siwa, dan diperkirakan dibangun pada tahun 869 Masehi," kata Wahyu Astuti.
Prasasti yang baru ditemukan diduga merupakan sambungan dari prasasti yang ditemukan sebelumnya.
Prasasti yang baru ditemukan memiliki ukuran yang lebih besar daripada dua prasasti sebelumnya dan di dalamnya tertulis aksara Jawa kuno dengan panjang 25 baris.
Sedangkan pada prasasti yang ditemukan tahun 2002 juga berisi tulisan Jawa kuno, hanya saja masing - masing hanya sepanjang 14 baris.
"Kalau prasasti sebelumnya itu Prasasti Sumundul dan Prasasti Pananggaran. Prasasti itu menceritakan tentang pembangunan bendungan untuk desa Sumundul dan Pananggaran dan peraturan pembayaran pajak bagi yang memanfaatkan bendungan itu," kata Wahyu Astuti.
BPCB DIY akan segera bekerjasama dengan pakar Epigrafi Fakultas Ilmu Budaya UGM untuk menerjemahkan isi dan maksud dari prasasti tersebut.
"Kita sampai saat ini belum tahu apa isinya. Kalau saya sendiri menduga itu kemungkinan besar masih terkait dan berhubungan dengan prasasti sebelumnya. Saya berharap prasasti ini isinya penjelasan siapa yang membangun candi Kedulan, untuk siapa, lalu penjelasan tentang bendungan itu juga," tambah Wahyu Astuti.
Temuan benda kuno ini diharapkan dapat memberikan informasi tambahan terkait Candi Kedulan.
Wahyu Astuti juga mengatakan sebelum penemuan prasasti, BPCB berhasil menemukan arca Nandi Candi Kedulan pada bulan puasa lalu.
Menurutnya Arca Nandi tersebut merupakan salah satu bagian terpenting dalam Candi Siwa.
"Sebelum ini berturut-turut kita menemukan arca Nandi, tapi kepalanya tidak ada. Nah kemarin saat bulan puasa kepala Nandi tersebut berhasil ditemukan. Sekarang prasasti, semoga ini menjadi lengkap semuanya," kata Wahyu Astuti. (Wita Ayodhyaputri)
Tag
Terpopuler
Pilihan
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
Terkini
-
46 Kode Redeem FF 3 Maret 2026: Klaim Skin XM8 dan Emote Kanarazu Permanen
-
6 iPhone Harganya Turun di iBox Maret 2026, Ada yang Jadi Rp8 Jutaan Aja!
-
27 Kode Redeem FC Mobile 3 Maret 2026: Bocoran Pele 117 dan Panen Gems Melimpah
-
Akuisi Warner Bros, Paramount Bakal Memiliki Deretan Studio Game Legendaris
-
10 HP Android Terkencang AnTuTu Februari 2026: iQOO Memimpin, RedMagic dan Vivo Bersaing
-
iQOO Z11x 5G Meluncur Pekan Depan, Klaim Skor AnTuTu Tinggi dan Baterai Awet
-
57 Kode Redeem FF Terbaru 3 Maret 2026, Banjir Reward Spesial Ramadan Gratis
-
Kronologi Kasus Fadila, Viral Oknum Istri TNI Diduga Selingkuh dengan 13 Prajurit
-
35 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 3 Maret 2026, Klaim Hadiah Ramadan Gratis
-
Spesifikasi iPad Air 2026 M4: Tablet Tipis dengan AI, Cocok untuk Konten Kreator