Tekno / Sains
Sabtu, 12 Desember 2015 | 08:48 WIB
Sultan Sulaiman yang Agung (kanan) dan Raja Francis I dari Prancis (Titian/Wikimedia Commons).

Kematian yang Dirahasiakan

Sulaiman dikenang sebagai salah satu pemimpin besar dalam sejarah manusia. Dia naik tahta pada 1520 pada usia 26 tahun. Meski tergolong muda, ia dengan cepat memimpin kampanye militer, hingga menguasai Aljazair di barat hingga Baghdad di timur.

Dia juga dikenal karena jasanya dalam merampingkan sistem hukum Kesultanan Utsmaniyah dan mendirikan sejumlah bangunan bernilai seni tinggi di Istanbul. Tetapi kehidupan pribadinya juga menarik dan dikisahkan dalam serial drama televisi Turki berjudul "The Magnificent Century", yang juga ditayangkan di Indonesia.

Sultan Utsmaniyah ini pula yang mengabulkan permintaan Kesultanan Aceh untuk mengusir Portugis dari Malaka. Ia mengirim armada lautnya di sekitar 1560an ke Aceh.

Sulaiman wafat dalam kemah kebesarannya di luar Puri Szigetvar di selatan Hungaria, sebelum pasukannya menundukan kekuatan Hungaria. Untuk mencegah kekosongan kekuasaan, para penasehatnya lalu merahasiakan kematian Sulaiman, sampai puteranya, Selim II, naik tahta.

"Jadi jenazahnya dibawa ke Instanbul setelah kematiannya dan kabar itu terus dirahasiakan sampai lebih dari 40 hari," kata Gunhan Borekci, sejarahwan dari Universitas Instanbul Sehir, Turki.

Untuk menjaga agar kematian Sulaiman tak terbongkar, para penasehatnya bahkan memalsukan tulisan tangannya dalam dokumen resmi kesultanan. Mereka juga mendandani seorang hamba seperti sang sultan, lalu memalsukan kematian seorang abdi yang lain dan memasukkan jasad Sulaiman di dalam peti milik abdi tersebut.

Selanjutnya: Pencarian Makam yang Hilang

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Nikita Mirzani Sebut Kasusnya Hanya Pengalihan Isu

Pedangdut Seksi Bunga Victoria Meninggal di Usia 23 Tahun

Remaja Indonesia Ini Mengubah Perspektif Tentang Islam di Inggris

Tinggalkan Anak-Istri, Lelaki Ini Hidup Baru Sebagai Gadis Kecil

Pencarian Makam yang Hilang

Untuk menemukan makam Sulaiman, Pap dan rekan-rekannya menghabiskan setidaknya tiga tahun untuk mensurvei area di sekitar Puri Szigetvar. Pap memanfaatkan catatan sejarah sebagai pemandunya.

"Kami tahu dari arsip sejarah, bagaimana bentuk bangunan itu. Tetapi bangunan tersebut ada di Hungaria, jauh dari ibu kota. Tentu bangunan itu tak besar," kata Borekci.

Berdasarkan pemindaian jarak jauh, ditemukan beberapa bangunan yang mirip dengan mausoleum Sulaiman di Istanbul. Beberapa bangunan itu berupa biara, barak militer, dan sebuah masjid.

"Satu dari bangunan ini menghadap ke arah Mekah," kata Pap.

Ketika tim Pap mulai menggali, mereka menemukan sebuah struktur dari batu bata dan dinding-dinding yang ditutup ubin. Ruang tengah dari bangunan itu berukuran 8x8 meter.

Menurut Pap ada bekas galian dari sejumlah pembobol makam dari sekitar abad 17, tetapi untungnya sebagian besar elemen dekoratif dari makam itu masih utuh. Elemen-elemen dekoratif itu, kata Pap, mirip dengan gaya dekorasi pada mausoleum Sulaiman di Istanbul. (Live Science)

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Nikita Mirzani Sebut Kasusnya Hanya Pengalihan Isu

Pedangdut Seksi Bunga Victoria Meninggal di Usia 23 Tahun

Remaja Indonesia Ini Mengubah Perspektif Tentang Islam di Inggris

Tinggalkan Anak-Istri, Lelaki Ini Hidup Baru Sebagai Gadis Kecil

Load More