Suara.com - Provinsi Jawa Tengah terpilih menjadi proyek percontohan dari tim Twitter Indonesia yakni program "Kelola Melantas Masyarakat" (Kemala) yang bertujuan mempermudah masyarakat menyampaikan masukan kepada para pemangku kepentingan di berbagai bidang.
"Program ini makin memudahkan masyarakat mengutarakan keluhan, usulan, atau pertanyaan langsung kepada Pemprov Jateng melalui twitter," kata Country Business Head Twitter Indonesia Roy Simangunsong saat peluncuran Program Kemala Jateng di Gumaya Tower Hotel Semarang, Rabu malam (28/9/2016).
Selain memperlancar komunikasi, proyek ini juga bisa mengukur masalah apa saja yang dikeluhkan dan seberapa cepat tanggapan dari pemerintah.
Ia menjelaskan bahwa dengan hanya memberikan tagar #kemalajateng dalam cuitannya di twitter, maka akan ditanggapi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang bersangkutan, termasuk oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Ganjar sendiri termasuk salah satu pemimpin daerah yang aktif di media sosial Twitter. Ia sering menanggapi langsung keluhan masyarakat di media sosial itu dan mengimbau dinas serta pejabat di bawahnya untuk menggunakan Twitter.
Karenanya Roy mengimbau masyarakat agar tetap menyebut akun @ganjarpranowo dalam setiap masukan yang diberikan.
"Nantinya semua aduan atau keluhan yang diutarakan warga lewat #kemalajateng akan dianalisa dan dikonfirmasi, setelah itu, baru diteruskan ke SKPD yang terkait dengan masukan tersebut," ujarnya.
Sejauh terdapat 58 akun Twitter milik SKPD di Jateng, termasuk akun milik Ganjar. Tingginya aktivitas Ganjar di Twitter memang jadi salah pertimbangan Twitter menggandeng Jateng dalam proyek ini.
"Memang banyak kepala daerah lain yang juga aktif di twitter, namun kami suka gayanya Pak Ganjar yang lugas, cepat, dan efektif," kata Partnership Manager Twitter Indonesia Teguh Wicaksono.
Jateng merupakan provinsi pertama di Asia Tenggara yang menggunakan program Kemala, sebelumnya India sudah mengimplementasikannya dan saat ini terus dikembangkan. Meski di Jateng sudah diluncurkan, tapi Program Kemala Jateng baru bisa digunakan sekitar dua minggu lagi.
Berita Terkait
-
Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah, Solusi Efisiensi atau Malah Berisiko?
-
Tanggapi Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Ganjar Pranowo Desak DPR Segera Bentuk Pansus Pemilu
-
4 Pilihan Sepatu Lari Lokal Lycan, Ada yang Dipakai Ganjar Pranowo
-
Kaesang Incar Suara Jateng untuk PSI, Ganjar: Orang Nyalon Kok Nantang
-
Kaesang Maju di Dapil Puan, Ganjar: Silakan, Saya Masih Yakin Jateng Kandang Banteng!
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Stres dan Diet Tinggi Protein Bisa Jadi Pemicu Bau Mulut
-
Hadapi Karhutla, Menhut: Cara Paling Efektif Memadamkan Api Ya Hujan
-
Korsleting Listrik Hanguskan 3 Kontrakan Dekat Stasiun Karet, 35 Warga Kehilangan Tempat Tinggal
-
KPK Ungkap 3 Moge Gatot Bea Cukai Dibeli Pakai Dana Operasional
-
Polda Metro Jaya Minta Massa Demo 27 Agustus Besok Tak Rusak Fasilitas Umum
-
Gara-gara Ledakan AI, Kabel Laut Yang Dibangun 5 Tahun Habis Dalam Setahun
-
Hindari Macet! Ini Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Saat Demo 27 Agustus
-
Bobotoh Bisa Nonton Persija vs Persib di GBK? ILeague Singgung Demo Jakarta
-
17 Tersangka Karhutla Sumsel Diproses, Lalu Bagaimana dengan 545 Hotspot di Konsesi?
-
Proses Hukum Febrie Adriansyah Dinilai Cederai Keadilan Prosedural