Suara.com - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pada Senin (24/10/2016), mengatakan bahwa lebih dari separuh penduduk Indonesia telah mengakses internet.
Menurut survei APJII, yang digelar pada Juni lalu, sekitar 132,7 juta dari total 256,2 juta penduduk Indonesia sudah mengakses internet. Jumlah itu naik dari sekitar 88 juta pengguna pada 2014 lalu.
"Pengguna internet di Indonesia terus meningkat sekitar 25 persen setiap tahun," kata Ketua Umum APJII, Jamalul Izza di Jakarta.
Meski demikian, Jamalul mengatakan bahwa penetrasi internet di Indonesia belum merata. Menurut survei APJII, akses internet masih terpusat di Jawa dengan jumlah pengguna mencapai 86.3 juta atau sekitar 65 persen dari total pengguna internet di Indonesia.
Pengguna internet terbanyak kedua ada di Sumatera dengan jumlah pengguna mencapai 20.7 juta (15,7 persen), disusul Sulawesi dengan 8,4 juta (6,3 persen), Kalimantan dengan 7,6 juta (5,8 persen), lalu Bali dan Nusa Tenggara sebanyak 6,1 juta (4,8 persen), dan terakhir Maluku & Papua sebanyak 3,3 juta pengguna (2,5 persen).
"Masyarakat kita sebenarnya sudah sangat siap, tetapi masih ada sekitar 48 persen penduduk kita yang belum bisa mengakses internet," kata Jamalul.
Karenanya dia mengatakan bahwa pekerjaan rumah pemerintah dan para pemangku kepentingan di sektor telekomunikasi Indonesia untuk menyediakan akses internet di kawasan-kawasan yang penggunaan internetnya masih rendah.
Ia berharap rampungnya proyek pembangungan infratruktur serat optik Palapa Ring pada 2019 akan bisa mendorong akses internet yang lebih merata di seluruh Nusantara.
Tag
Berita Terkait
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Internet Bisnis dan Monitoring Jaringan Real-Time dari Telkom Solution
-
Ribuan Desa Masih Blank Spot, Satelit LEO Jadi Solusi Internet Indonesia
-
Menteri PANRB Tekankan Transformasi Digital Harus Sesuai Realitas Masyarakat
-
APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation