Suara.com - Sebuah perusahaan jaringan telepon Kanada mengklaim bahwa Google telah menghentikan ponsel andalannya. Mesin pencari itu belum genap setahun meluncurkan Google Pixel dan Pixel XL, tepatnya Oktober tahun lalu.
Sayang, berita kurang sedap berhembus kencang. Dikatakan, smartphone andalan tersebut tengah mengalami kritis karena memiliki beberapa masalah dalam hal persediaan.
Sebuah laporan baru dari Softpedia menunjukkan bahwa Google sudah mempersiapkan untuk menghentikan produksi smartphone buatan HTC tersebut, setelah pelanggan Kanada Telus memberitahu bahwa tidak akan lagi menerima Pixel baru atau unit Pixel XL dari Google.
Dalam sebuah email yang dikirim kepada pelanggan, jaringan telepon Kanada mengklaim telah diberitahu oleh Google tentang kekurangan Pixel.
"Harap diperhatikan bahwa kami telah menerima pemberitahuan bahwa hari ini Google akan menghentikan produksi [yang] jajaran Google Pixel dan kami tidak akan menerima persediaan lebih lanjut dari ponsel ini," tulis Tels dalam surat elektroniknya.
Telus kemudian memperingatkan pelanggan bahwa karena itu tidak dapat memenuhi pesanan untuk produk yang telah dipilih konsumen.
Google, di sisi lain, mengatakan semuanya masih hidup dan sehat pada lini produksi Pixel. Dalam sebuah pernyataan kepada 9to5Google, perusahaan hanya menjelaskan, hanya ada permasalahan pada kurangnya stok barang.
"Kami benar-benar senang dengan permintaan untuk Pixel XL di Kanada," kata juru bicara Google.
"Telus saat ini telah kehabisan stok Pixel XL. Kami bekerja sama dengan mitra kami untuk mengisi kembali persediaan di seluruh saluran ritel kami dan kita bisa memastikan bahwa produksi Pixel belum berhenti," tulis juru bicara Google tersebut.
Baca Juga: Kejar Ketinggalan, LG Andalkan G6
Telus sejauh ini satu-satunya pengecer yang mengklaim bahwa Google telah mengalami masalah produksi Pixel XL, tetapi itu bisa menjadi tanda-tanda yang akan datang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut