Suara.com - Media sosial (medsos) kini menjadi medium favorit masyarakat untuk mengabarkan suatu peristiwa. Namun penggunaan medsos untuk keperluan penyebaran informasi dinilai memiliki dampak buruk.
Dalam paparan, Heru Sutadi sebagai pengamat teknologi menjelaskan bahwa keberadaan informasi di medsos memerlukan verifikasi agar tidak menimbulkan konflik di masa depan.
"Dan dengan ramainya isu hoax, informasi media sosial harus diverifikasi, apakah informasi yang disampaikan benar atau tidak," ujarnya.
Sementara itu, Wicaksono selaku pengamat media sosial, informasi di medsos cenderung belum terbukti kebenarannya. Hal itu dapat menjadi bias di tengah-tengah masyarakat
"Dampak negatifnya, media sosial berpotensi melahirkan bias dan distorsi informasi. Dalam siaran live di media sosial, misalnya, tak ada penyuntingan," ujarnya melalui pesan singkat kepada Suara.com, Minggu (30/4/2017).
Wicaksono, yang lama berkecimpung di dunia media ini, melanjutkan bahwa ketiadaan penyuntingan informasi akan menimbulkan sebuah informasi yang tidak akurat.
"Absennya penyuntingan berpotensi melahirkan laporan yang tak akurat, subjektif, dan misleading," lanjutnya.
Kendati memiliki dampak negatif, imbuh dia, medsos dianggap juga membawa efek posifif bagi masyarakat.
"Dampak positifnya adalah informasi dapat tersebar lebih luas. Ini sesuai salah satu fungsi media sosial yakni amplifikasi," tutup lelaki yang memiliki nama beken Ndoro Kakung ini.
Baca Juga: Penyebaran Hoax Libatkan Media Sosial dan Media Konvensional
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam