Suara.com - Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) berencana mengirim sebuah wahana penelitian ke Matahari pada sekitar Juli - Agustus tahun depan.
Satelit bernama Parker Solar Probe itu rencananya akan ditempatkan di corona, salah satu bagian atmosfer Matahari yang bisa terlihat dari Bumi dengan mata telanjang saat terjadi gerhana Matahari total.
Wahana itu akan akan mengorbiti Matahari dalam jarak 6,4 juta km dari permukaan bintang yang suhunya mencapai 5.505 derajat Celcius tersebut. Belum ada wahana buatan manusia yang berada sedekat itu dengan Matahari.
"Ini adalah sebuah misi ekstrem," kata Nicola Fox, peneliti dari Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory, yang terlibat dalam proyek itu.
"Kedengarannya memang tak cukup dekat. Tetapi jika dibuat perbandingan, misalnya jarak antara Matahari dan Bumi cuma 1 meter, maka wahana antariksa kami cuma berjarak 4cm dari Matahari," terang Fox, yang bertugas mengawasi pembangungan wahana tersebut.
Lalu bagaimana wahana Parker bisa bertahan dari sengatan panas dan radiasi ekstrem Matahari di jarak sedekat itu? Apalagi corona diketahui punya suhu yang bisa 300 kali lebih panas dari permukaan Surya itu sendiri.
Menurut Fox, wahana Parker dirancang sedemikian rupa, sehingga bisa bertahan dari sengatan panas serta radiasi Matahari. Belum ada manusia yang pernah menciptakan wahana dengan daya tahan tinggi seperti itu sebelumnya.
Wahana parker sendiri panjangnya sekitar 3 meter dan berbobot sekitar 685kg. Moncongnya dilapisi dengan tameng penahan panas berdiameter 2,3 meter dan setebal 11cm.
Tameng itu terbuat dari busa karbon khusus, yang diapit oleh dua lapisan tipis. Permukaan tameng itu terbuat dari alumunium oksida, yang berfungsi untuk memantulkan kembali cahaya dan panas yang dipancarkan oleh Bumi.
Dengan demikian, meski permukaan tameng ini terpapar oleh suhu ekstrem, instrumen penelitian di dalamnya masih akan berada dalam suhu kamar, sekitar 20-25 derajat Celcius.
"Misi ini dicetuskan pada 1958 dan butuh waktu sangat lama untuk mengembangkan teknologinya, agar misi ini bisa diwujudkan," tukas Fox. (ABC)
Berita Terkait
-
Tenaga Surya Tak Cukup, NASA Nekat Bangun Pembangkit Nuklir Demi Bangun Koloni di Bulan
-
NASA Siapkan ' Buruh Robot' Masa Depan: Kecerdasan Buatan dan Drone Bakal Bangun Pangkalan di Bulan
-
Donald Trump Rilis 160 Dokumen Rahasia UFO: Bahas Alien dan Objek Misterius
-
Astronot Artemis II Bongkar Kenapa Makanan Terasa Hambar di Luar Angkasa
-
Astronaut Mesti Belajar Jalan Lagi, Settingan Gak Sih?
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Epson Perkuat Dominasi di Industri Tekstil Digital Lewat Printer Dye-Sublimation Generasi Terbaru
-
Motorola Moto G77 Power Resmi Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera Sony LYT-600
-
Oppo Reno16 Series Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp7 Jutaan dan Banjir Promo
-
4 Pilihan HP POCO Rp1 Jutaan Terbaik: NFC, Memori Besar hingga Layar AMOLED
-
Strava Kena PPN 11 Persen di Indonesia? Ini Penjelasan Resmi yang Perlu Diketahui Pengguna
-
Viral Video Petani Tuban Terbang Pakai Drone, Memangnya Drone Bisa Angkat Manusia?
-
Xiaomi Luncurkan REDMI Pad 2 9.7 4G, Tablet Murah untuk Gen Z dengan Internet Tanpa WiFi
-
4 HP Vivo Terbaru Ini Punya Baterai Raksasa hingga 8100 mAh, Layar Super Terang
-
2 Rekomendasi Tablet dengan Stylus Pen di Bawah Rp3 Juta Terbaik
-
Asus ExpertBook PM5 G2 Rilis di Indonesia, Laptop Bisnis AI dengan AMD Ryzen AI dan RAM hingga 64GB