- NASA memilih menggunakan kamera Nikon D5 dalam misi luar angkasa Artemis II untuk mengabadikan momen bersejarah di Bulan.
- Kamera Nikon D5 dipilih karena memiliki ketahanan terhadap radiasi serta performa unggul dalam menangkap detail minim cahaya ekstrem.
- NASA membawa 32 kamera untuk misi Artemis II dan mulai menguji Nikon Z9 sebagai perangkat utama misi berikutnya.
Suara.com - Misi luar angkasa Artemis II menghadirkan fakta menarik mengenai penggunaan kamera lawas untuk mempotret bulan.
Dilansir dari NY Post, pihak NASA memilih menggunakan kamera DSLR Nikon D5 yang kini bernilai sekitar 1.000 dolar AS atau setara Rp15 jutaan untuk mengabadikan momen bersejarah tersebut.
Meski lebih tua, Nikon D5 dinilai memiliki performa yang telah teruji dalam kondisi ekstrem luar angkasa.
“Ini sudah diuji selama bertahun-tahun. Ini adalah teknologi yang terbukti,” ujar Mike Corrado, konsultan utama Nikon untuk NASA.
Corrado enyebut kamera tersebut telah digunakan sejak 2017 dan terus menghasilkan gambar berkualitas tinggi.
Salah satu keunggulan utama Nikon D5 adalah kemampuannya menangkap gambar dalam kondisi minim cahaya.
Kamera ini mampu mencapai ISO hingga 3,2 juta, jauh melampaui kamera film Apollo yang hanya sekitar ISO 160.
Kemampuan tersebut memungkinkan astronot menangkap detail dari sisi gelap Bulan dengan sangat jelas. Hasilnya, foto-foto Bumi dari balik cakrawala Bulan hingga gerhana Matahari terlihat dramatis dan tajam.
Selain itu, kamera ini juga tahan terhadap radiasi tinggi di luar angkasa yang dapat merusak sensor elektronik.
Baca Juga: Viral Perbandingan Foto Bumi Tahun 1972 vs 2026, Kenapa Kini Lebih Pucat?
NASA bahkan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memastikan setiap komponen kamera, termasuk baterai, aman digunakan.
“Proses sertifikasi bisa memakan waktu hingga empat tahun. Semua diuji dengan sangat teliti,” kata Corrado.
Dalam misi Artemis II yang berlangsung selama 10 hari, NASA membawa total 32 kamera. Sebanyak 17 di antaranya digunakan langsung oleh kru untuk memotret dari jendela pesawat Orion.
Meski mengandalkan teknologi lama, NASA juga mulai menguji kamera generasi terbaru Nikon Z9. Kamera ini diproyeksikan menjadi andalan pada misi Artemis berikutnya, termasuk pendaratan di Bulan pada 2028.
“Setelah misi ini, kemungkinan besar Z9 akan menjadi kamera utama. Hasil awal yang kami lihat sejauh ini sangat fenomenal,” ujar Corrado.
Berita Terkait
-
Viral Perbandingan Foto Bumi Tahun 1972 vs 2026, Kenapa Kini Lebih Pucat?
-
Artemis II Pecahkan Sejarah: Sisi Gelap Bulan Akhirnya Bisa Dilihat Manusia
-
5 Fakta Pink Moon: Kenapa Bisa Terjadi dan Waktu Terbaik Untuk Melihatnya di Indonesia?
-
NASA Akhiri Jeda 53 Tahun: Misi Artemis II Siap Mengorbit ke Bulan
-
Fenomena Pink Moon Bukan Bulan Berwarna Merah Muda, Simak Faktanya!
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Pengangguran Tinggi di Papua Picu Gerakan Sipil dan Instabilitas
-
Kehilangan Binar Masa Kecil: Apakah Menjadi Dewasa Berarti Berhenti Bermimpi?
-
Kucing Merah di Ujung Tanduk: Hutan Kalimantan Terus Kehilangan Penghuninya
-
Mata Uang Iran Ambruk, Tembus 2 Juta Rial per Dolar AS
-
Hotspot Sumsel Mendadak Turun Saat Prabowo Pimpin Rakor Karhutla, Benarkah Mulai Reda?
-
Bukan Cuma Penonton, Gus Yahya Ingin NU Jadi 'Active Player' di Isu Strategis Global
-
Empat Hari, ISPA Capai 453 Kasus di Tengah Kabut Asap Riau
-
Api Kecil Bisa Jadi Bencana, Setop Bakar Lahan Selama El Nino Masih Sangat Kuat!
-
Jarak Bukan Halangan, BRImo Taiwan Hadir Dekatkan Layanan Perbankan untuk WNI
-
Viral Cekcok di Polsek Cengkareng, Ternyata Buntut Debt Collector Paksa Masuk Mobil Warga