Suara.com - Misi perdana ke bulan di abad ke-21 ini membawa awak kulit berwarna dan perempuan pertama. Peluncuran roket SLS menandai babak baru penjelajahan ruang angkasa.
NASA hitung mundur peluncuran manusia ke bulan
Roket Space Launch System setinggi 32 lantai itu siap lepas landas.
Misi Artemis II milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dijadwalkan diluncurkan dan akan menjadi misi pertama ke bulan dalam 53 tahun dan akan menyertakan seorang perempuan, orang kulit berwarna, dan warga negara non-AS dalam awaknya.
Setelah sehari mengorbit Bumi, kapsul Orion mereka akan membawa mereka ke bulan dan kembali.
Kapsul itu tidak akan berhenti, hanya memutar balik cepat di sekitar bulan.
Penerbangan yang berlangsung hampir 10 hari itu akan berakhir dengan pendaratan di Samudra Pasifik.
"Tim kami telah bekerja sangat keras untuk membawa kami ke momen ini," kata direktur peluncuran Charlie Blackwell-Thompson.
"Tentu saja, semua indikasi saat ini menunjukkan bahwa kami berada dalam kondisi yang sangat, sangat baik."
Spanyol tutup wilayah udaranya untuk pesawat AS
Spanyol telah menutup wilayah udaranya untuk pesawat AS yang terlibat dalam perang Iran, kata menteri pertahanan negara itu, Margarita Robles.
Baca Juga: Fenomena Pink Moon Bukan Bulan Berwarna Merah Muda, Simak Faktanya!
Pemerintah Spanyol di bawah Perdana Menteri Pedro Sánchez, salah satu pemimpin sayap kiri paling terkemuka di Eropa, telah menjadi suara penentang paling keras di Eropa terhadap aksi militer AS dan Israel di Timur Tengah.
Awal bulan ini, setelah Sánchez membantah penggunaan pangkalan militer Rota dan Morón di Spanyol selatan, Trump mengancam akan memutus perdagangan dengan Madrid.
Negara itu sebelumnya telah menyatakan bahwa AS tidak dapat menggunakan pangkalan militer yang dioperasikan bersama dalam konflik Iran, yang oleh Sánchez digambarkan sebagai ilegal, sembrono, dan tidak adil.
Robles mengatakan pada hari Senin (30/03) bahwa logika yang sama berlaku untuk penggunaan wilayah udara Spanyol dalam konflik tersebut.
Kepala junta Myanmar mundur untuk jadi capres
Min Aung Hlaing telah memerintah Myanmar sejak 2021 ketika ia memerintahkan kudeta yang menggulingkan pemerintahan terpilih yakni pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi dan memicu perang saudara.
Australia dan banyak negara Barat telah menjatuhkan sanksi kepada Min Aung Hlaing dan pejabat lain dari junta yang berkuasa.
Tag
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Sinyal Bansos Tambahan: Gus Ipul Siapkan Skenario 'Penebalan' Sambil Tunggu Titah Prabowo
-
Viral Aksi Cabul Maling di Jagakarsa: Mondar-mandir Sambil Masturbasi Lalu Gondol Komponen Mobil
-
Ferry Irwandi Bongkar Kejanggalan Kasus Korupsi Amsal Sitepu: Paling Konyol dan Memalukan
-
KPK Ungkap Tersangka Kasus Haji Ketum Kesthuri Berada di Arab Saudi
-
Orang Kepercayaan Riza Chalid Bantah Desak Pertamina Sewa Terminal BBM PT OTM
-
Kejar Bukti Tambahan, KPK Tambah Durasi Penahanan Eks Menag Gus Yaqut 40 Hari ke Depan
-
Terbongkar! Rahasia Cairan Black Dollar WNA Liberia yang Kuras Rp1,6 Miliar: Cuma Air Detergen
-
Singgung Negara-negara Lain Mulai Krisis Energi, Zulhas: Indonesia Bersyukur Punya Presiden Prabowo
-
Zulhas di Rakernas PAN: Konflik Israel-Iran 'Biadab' dan Di Luar Batas Kemanusiaan
-
Perubahan Iklim Tekan Produksi Pangan, BRIN Dorong Adaptasi dan Mitigasi