Suara.com - Seorang bocah 14 tahun di Perfektur Osaka, Jepang didakwa telah menciptakan program komputer jahat berjenis ransomware, demikian diwartakan kantor berita Kyodo, Selasa (6/6/2017)
Bocah kelas tiga sekolah menengah pertama itu diduga mengombinasikan peranti-peranti lunak bebas enkripsi di internet untuk menciptakan ransomware, sejenis program jahat yang dirancang untuk mengunci file-file dalam komputer sehingga tak bisa diakses oleh pemiliknya. File-file itu baru bisa dibuka jika pemiliknya memberikan tebusan, biasanya dalam bentuk uang.
Remaja yang diketahui tinggal di kota Takatsuki itu sudah mengakui perbuatannya. Dia bilang ransomware itu diciptakannya pada 6 Januari lalu. Dia kemudian mengunggah program itu ke sebuah website di luar negeri dan mempromosikan web itu melalui media sosial.
Kepada polisi ia mengaku membuat ransomware itu hanya dalam tiga hari, menggunakan komputer pribadinya. Belum diketahui apakah program jahat itu sudah memakan korban atau belum.
Mereka yang mengunduh program ciptaan bocah tersebut bisa menggunakannya untuk menyerang komputer pihak lain. Komputer korban, jika sudah terinfeksi, akan terkunci dan akan muncul tulisan dalam aksara Jepang, yang isinya meminta tebusan dalam bentuk uang digital.
Bocah itu kepada polisi mengatakan bahwa motivasinya menciptakan ransomware itu adalah karena ingin terkenal. Ransomware ciptannya itu sudah diunduh lebih dari 100 kali.
Menurut polisi anak itu pernah mengikuti sebuah kursus komputer, yang di dalamnya ia dilatih untuk merakit komputer, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar.
Ulah remaja itu pertama kali terbongkar ketika polisi Perfektur Kanagawa, Jepang menggelar patroli siber pada Januari dan menyita komputer anak itu pada April lalu.
Ia diperiksa polisi setelah munculnya kasus WannaCry, sebuah ransomware yang menginfeksi dan melumpuhkan ribuan komputer di lebih dari 150 negara di dunia, termasuk di Indonesia.
Berita Terkait
-
Ancaman Siber Mobil Modern Ternyata Lebih Mengerikan dari Sekadar Aksi Peretasan di Film
-
Selain Rudal Kiamat, Iran Kerahkan Hacker Lumpuhkan Jarigan Siber Vital Amerika Serikat
-
Mobil Bisa Dihack? Intip Fakta Ngerinya yang Ternyata Beda dari Film Hollywood
-
Mobil Bisa Dihack? Intip Fakta Ngerinya yang Ternyata Beda dari Film Hollywood
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Profil John van den Brom Pelatih FC Twente yang Usir Mees Hilgers, Suka Ribut dan Ngomong Kasar
-
Mas Dhito Kembali Salurkan 216 Bantuan Pertanian Bagi Petani Guna Dukung Peningkatan Produksi
-
Empat Buronan Pemerintah China Dideportasi dari Semarang, Diduga Terlibat Love Scamming
-
Cakar Kurir Paket, Istri Nelayan Akhirnya Bebas dari Penjara
-
Purbaya Caplok 60% Saham KCIC, Utang Whoosh Kini Tanggung Jawab Kemenkeu
-
Nissan Navara PRO-4X Tampil Gagah di GIIAS 2026 dengan Mesin Turbo Diesel
-
37 Ribu Siswa Keracunan MBG, Amnesty International Desak Pemerintah Hentikan Program
-
Panas! Ejekan Justin Hubner ke Timnas Vietnam Berbuntut Panjang
-
Kekalahan dari Persib Jadi Sinyal Keras, Shin Tae-yong Beberkan Masalah Utama Persija
-
Disuruh Jajan demi Selamatkan Negara? Dompet Kita: Giliran Gue Lagi?