Tekno / Internet
Selasa, 06 Juni 2017 | 19:33 WIB
Ilustrasi komputer terkena serangan virus Ransomware WannaCry. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang bocah 14 tahun di Perfektur Osaka, Jepang didakwa telah menciptakan program komputer jahat berjenis ransomware, demikian diwartakan kantor berita Kyodo, Selasa (6/6/2017)

Bocah kelas tiga sekolah menengah pertama itu diduga mengombinasikan peranti-peranti lunak bebas enkripsi di internet untuk menciptakan ransomware, sejenis program jahat yang dirancang untuk mengunci file-file dalam komputer sehingga tak bisa diakses oleh pemiliknya. File-file itu baru bisa dibuka jika pemiliknya memberikan tebusan, biasanya dalam bentuk uang.

Remaja yang diketahui tinggal di kota Takatsuki itu sudah mengakui perbuatannya. Dia bilang ransomware itu diciptakannya pada 6 Januari lalu. Dia kemudian mengunggah program itu ke sebuah website di luar negeri dan mempromosikan web itu melalui media sosial.

Kepada polisi ia mengaku membuat ransomware itu hanya dalam tiga hari, menggunakan komputer pribadinya. Belum diketahui apakah program jahat itu sudah memakan korban atau belum.

Mereka yang mengunduh program ciptaan bocah tersebut bisa menggunakannya untuk menyerang komputer pihak lain. Komputer korban, jika sudah terinfeksi, akan terkunci dan akan muncul tulisan dalam aksara Jepang, yang isinya meminta tebusan dalam bentuk uang digital.

Bocah itu kepada polisi mengatakan bahwa motivasinya menciptakan ransomware itu adalah karena ingin terkenal. Ransomware ciptannya itu sudah diunduh lebih dari 100 kali.

Menurut polisi anak itu pernah mengikuti sebuah kursus komputer, yang di dalamnya ia dilatih untuk merakit komputer, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar.

Ulah remaja itu pertama kali terbongkar ketika polisi Perfektur Kanagawa, Jepang menggelar patroli siber pada Januari dan menyita komputer anak itu pada April lalu.

Ia diperiksa polisi setelah munculnya kasus WannaCry, sebuah ransomware yang menginfeksi dan melumpuhkan ribuan komputer di lebih dari 150 negara di dunia, termasuk di Indonesia.

Load More