- Kelompok peretas 'Handala HackTeam' yang terafiliasi Iran berhasil meretas surel Direktur FBI Kash Patel, Senin (30/3/2026).
- Peretasan ini merupakan balasan atas penyitaan empat domain situs oleh DOJ AS yang terhubung dengan grup Handala awal Maret 2026.
- Akibat insiden ini, Departemen Luar Negeri AS menawarkan hadiah USD10 juta untuk informasi penangkapan anggota Handala HackTeam.
Suara.com - Garis depan pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran kini merambah ke ranah digital, dengan dampak yang sangat memalukan bagi otoritas keamanan Washington. Mereka berhasil meretas email Direktur FBI Kash Patel.
Kelompok kriminal siber yang memiliki keterkaitan erat dengan intelijen Iran, dilaporkan berhasil mengakses akun surat elektronik atau surel pribadi Kash Patel.
Insiden ini menjadi pukulan telak bagi kredibilitas lembaga penegak hukum paling bergengsi di dunia tersebut.
Berdasarkan laporan yang pertama kali dirilis oleh Reuters dan dikonfirmasi oleh sumber internal kepada CBS News, Senin (30/3/2026), kelompok peretas yang menamakan diri mereka 'Handala HackTeam' mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Tidak hanya sekadar membobol, kelompok ini juga mengunggah sejumlah foto pribadi Kash Patel serta salinan resume atau daftar riwayat hidup sang Direktur ke jagat maya sebagai bukti keberhasilan mereka.
Menanggapi situasi ini, pihak FBI segera merilis pernyataan resmi untuk meredam kekhawatiran publik.
FBI menyatakan pihaknya telah menyadari adanya aktor jahat yang menargetkan informasi surel pribadi Patel.
Kami juga telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memitigasi risiko potensial yang terkait dengan aktivitas ini," demikian pernyataan pejabat FBI.
Namun, FBI bersikeras bahwa data yang dicuri bersifat historis dan tidak mengandung informasi sensitif milik pemerintah.
Baca Juga: AS-Israel Bongkar Kebohongan Sendiri usai Serang Kampus Iran, Isu Nuklir Cuma Bualan
Balas Dendam Hacker atas Operasi Departemen Kehakiman
Serangan siber terhadap orang nomor satu di FBI ini tidak terjadi secara kebetulan.
Penyelidikan menunjukkan bahwa peretasan ini merupakan aksi balas dendam langsung terhadap operasi Departemen Kehakiman (DOJ) AS sebelumnya.
Awal Maret 2026, pemerintah AS menyita empat domain situs yang terhubung dengan grup Handala.
Penyitaan tersebut adalah bagian dari upaya memutus skema represi transnasional, yang dijalankan oleh Kementerian Intelijen dan Keamanan Republik Islam Iran.
Ironisnya, domain yang digunakan Handala untuk meretas Kash Patel didaftarkan pada hari yang sama ketika DOJ mengumumkan penyitaan situs-situs mereka, yakni 19 Maret.
Berita Terkait
-
AS-Israel Bongkar Kebohongan Sendiri usai Serang Kampus Iran, Isu Nuklir Cuma Bualan
-
Di Tengah Perang dengan Iran, AS dan Israel Bahas Pangkalan Militer Baru
-
Iran Ledakan Pesawat Mata-Mata Milik AS E-3 AWACS di Pangkalan Al Kharj
-
Mario Aji Jatuh di Dua Lap Terakhir, Gagal Finis di Moto2 GP Amerika 2026
-
Gagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 Amerika Serikat 2026
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
Terkini
-
Pengamat Politik UMY: Polemik Ijazah Jokowi Hanya Buang Energi di Tengah Ancaman Krisis Ekonomi
-
Habis Selat Hormuz, Gerbang Laut Merah Selat Bab Al Mandab Bakal Diblokir Sekutu Iran
-
Komisi III DPR Minta Hakim Pertimbangkan Bebaskan Amsal Sitepu
-
Momen Hangat Prabowo Bertemu Diaspora Indonesia di Jepang: Bisa Selfie Bareng
-
Iran Hantam Pembangkit Listrik Kuwait, Pekerja Tewas Akibat Balas Dendam Kepada Amerika Dan Israel
-
Satu Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi Transparan atas Serangan ke Pasukan PBB
-
Mengadu Nasib di Jakarta Usai Lebaran, Pramono Sebut Beberapa Pendatang 'Buta' Kondisi Ibu Kota
-
Sekjen PBB Kecam Kematian Prajurit TNI di Lebanon: Serangan Ancam Keselamatan Pasukan Perdamaian
-
AS-Israel Bongkar Kebohongan Sendiri usai Serang Kampus Iran, Isu Nuklir Cuma Bualan
-
Di Tengah Perang dengan Iran, AS dan Israel Bahas Pangkalan Militer Baru