Suara.com - Sebuah salinan game "Super Mario Bros" untuk konsol NES terjual dengan harga lebih dari 30 ribu dolar AS atau sekitar Rp400 juta di eBay.
Salinan game tersebut dijual oleh DKOldies, sebuah toko yang khusus menjual game klasik. Pada awalnya, toko tersebut hanya membuka harga 1 sen dolar AS.
Namun beberapa jam sebelum penutupan, harga game itu melonjak hingga 6.000 dolar AS. Dan akhirnya, game langka itu dijual dengan harga fantastis.
"Menit terakhir mulai naik. Dan kemudian dalam 10 detik terakhir, ia beralih dari 6.000 menjadi 30.000," kata CEO DKOldies, Drew Steimel
Jadi apa yang membuat ini sangat berharga?
Steimel menjelaskan bahwa biasanya game Mario dijual sepaket dengan konsol. Namun, tidak dengan game yang ia jual barusan.
"Salinan khusus game ini dijual secara terpisah dari konsol. Game ini diedarkan sebelum Nintendo memutuskan untuk melakukan bundling. Mereka hanya melakukannya sebentar," lanjutnya.
Namun, beberapa konsumen menganggap Steimel melakukan permainan harga. Menanggapi sindiran tersebut, Steimel mengatakan bahwa banyak orang yang tidak menyadari kualitas unik dari salinan yang dijualnya.
"Saya hanya membuka harga awal di satu sen," kata Steimel sambil tertawa.
Baca Juga: Mobil Van FBI untuk Memata-matai Orang Dijual di eBay, Berminat?
Berita Terkait
-
Hore, Main Video Games Kurangi Stres di Tempat Kerja!
-
PSSI Minta Anggaran pada Pemerintah untuk Timnas, Ini Nilainya
-
Dengar Timnas Futsal Tak Punya Dana, PSSI Ambil Tindakan
-
Dikembalikan ke Klub, PSSI Izinkan Pemain Timnas Berlaga di Liga
-
Bahaya! Penggemar Game of Thrones Season 7 Jadi Target Virus Ini
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung
-
Perempuan UMKM Harus Berani Naik Kelas, Belajar Branding hingga Strategi Bisnis