Suara.com - Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) menilai, masih ada budaya penggunaan software palsu di kalangan perusahaan di Indonesia.
Dalam sebuah survei yang dilakukan MIAP bersama Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) terhadap 500 responden dari berbagai industri, terkuak hasil yang cukup memprihatinkan.
Hasil survei menunjukkan, 30 persen responden mengaku masih mau menggunakan software bajakan untuk perusahannya. Sementara sisa responden mengaku susah tidak mau menggunakan software abal-abal.
"Ini angka yang mengkhawatirkan. Perusahaan menjual produk jasa yang dinikmati konsumen. Kalau mereka menggunakan sofware bajakan, data konsumen akan sulit dijaga keamanannya, karena ada risiko malware," kata Justisiari P. Kusumah, Ketua MIAP di Jakarta, Senin (23/10/2017).
Dia berharap, perusahaan membeli software dari vendor resmi yang terpercaya, sehingga keamanan data perusahaan lebih terjamin dari malware jahat.
Di luar lingkup perusahaan, Justisiari yang juga berprofesi sebagai pengacara ini mengakui peredaran software ilegal di Indonesia masih cukup tinggi.
Dalam datanya, modus penggunaan software palsu terbagi dalam tiga hal. Pertama adalah memperbanyak tanpa izin, pengunduhan secara ilegal, dan lisensi yang tidak sesuai tempatnya.
"Tahun ini saja saya mengurusi 15 kasus terkait software ilegal. Jadi perlu langkah maksimal dari para penegak hukum terkait penyebaran software ilegal," tandasnya.
Baca Juga: Cegah Penyebaran Software Palsu, Program Ini Diluncurkan
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Spesifikasi Redmi Headphone Neo di Indonesia: Harga Rp1 Jutaan, Baterai Tahan 72 Jam
-
AS Perketat Larangan Chip AI China, Huawei hingga Alibaba Makin Gencar Kembangkan Alternatif Nvidia
-
Lintasarta Percepat Investasi Infrastruktur AI di Indonesia, Siap Dorong Transformasi Digital
-
vivo X Fold6 Rilis Akhir Juni 2026, Ini Spesifikasi dan Fitur Unggulannya
-
Harga Murah, Vivo TWS 5e Hadir dengan Baterai Tahan 55 Jam dan Fitur ANC
-
Xiaomi Luncurkan REDMI Pad 2 9.7 dan REDMI Headphone Neo, Cek Harga dan Spesifikasi Lengkapnya
-
3 Tablet Acer Iconia Duo Debut di Computex 2026, Usung Layar OLED hingga 14,2 Inci
-
3 HP Rp2 Jutaan dengan Kamera Juara, Hasil Foto dan Video Bagus Anti Pecah
-
Dimensity 7500 Setara Snapdragon Berapa? Jadi Chipset Anyar HP Midrange Vivo
-
LOOPS Powerbank Lumi 10.000 mAh Resmi Meluncur, Powerbank Fast Charging 22,5W Harga Rp199 Ribu