Suara.com - Pada 31 Januari mendatang Bulan akan menampilkan fenomena langka di langit yang hanya terjadi 150 tahun sekali, demikian diwartakan oleh Miami Herald, Rabu (3/1/2018).
Tiga peristiwa langit akan terjadi secara simultan pada Rabu malam itu, sehingga menghasilkan apa yang disebut sebagai "super blue blood moon eclipse".
Super moon, seperti yang terjadi pada malam tahun baru kemarin, adalah istilah untuk menyebut fenomena ketika Bulan tampak lebih besar dan terang dari biasanya di langit. Itu terjadi karena Bulan sedang berada di titik terdekatnya dengan Bumi.
Pada 31 Januari nanti, Bulan purnama akan kembali menghiasi langit dan peristiwa ini - ketika bulan purnama terjadi dua kali dalam sebulan - disebut sebagai "blue moon".
Selain itu, pada malam yang sama akan terjadi gerhana Bulan total. Meski demikian, tak semua wilayah di Bumi bisa melihat gerhana Bulan total ini. Orang-orang di Asia, terutama di Indonesia, dan Australia serta Selandia Baru yang diberkati dengan pemandangan langka ini.
Yang lebih unik lagi, ketika terjadi gerhana, cahaya yang dipancarkan bulan akan berwarna kebiruan karena disaring sedemikian rupa oleh atmosfer Bumi. Sementara pantulan cahayanya akan berwarna kemerahan, sehingga dijuluki "blood moon".
Meski demikian, menurut para ilmuwan, fenomena langka ini tak memiliki implikasi berarti terhadap kehidupan manusia di Bumi. Yang terpenting, selain keindahan yang akan dipamerkan Bulan pada 31 Januari malam, fenomena langka itu diharapkan bisa memantik keingintahuan publik terhadap sains.
"Segala hal yang membuat publik penasaran pada ilmu pengetahuan dan membuat mereka sadar bahwa sains adalah penting, adalah hal yang baik," kata Sarab Noble, seorang ilmuwan dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).
Berita Terkait
-
Perbedaan Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari Beserta Gambarnya
-
3 Shio yang Diprediksi Beruntung di September 2026, Ada Peluang Besar Menanti
-
Gerbang Gaib Terbuka! Ini 10 Pantangan Selama Bulan Hantu Tionghoa yang Harus Kamu Tahu
-
Mengenal Karakter Zodiak Bulan September, Si Detail Virgo dan Si Harmonis Libra
-
Bulan Bintang Kembali Berkibar di Aceh, Ada Apa di Balik Kericuhan?
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan
-
Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi
-
Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla
-
Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo
-
Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut
-
Jonatan Christie Kejar Poin di China Masters, Tiket World Tour Finals Jadi Target
-
Ratusan Santri di Sidoarjo Dilarikan ke RS Diduga Keracunan MBG, TNI Amankan TKP
-
Tersangka Judi Kasino di Sukoharjo Bertambah Jadi 65 Orang
-
Emil Audero Berstatus Pinjaman di Rayo Vallecano? Singkirkan Kiper Portugal dan Argentina
-
Ratusan Santri Dilarikan ke RS Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Sidoarjo