Suara.com - Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Cisco dan A.T. Kearney menunjukkan bahwa kawasan Asia Tenggara atau yang sering disebut ASEAN menghadapi peningkatan risiko serangan siber. Jika dibiarkan, hal itu dapat melumpuhkan sektor-sektor strategis di setiap negara, termasuk Indonesia.
Ekonomi ASEAN yang tengah berkembang dan didorong oleh ekspansi ekonomi serta adopsi digital yang sedang berlangsung, membuat kawasan ini semakin seksi di kalangan peretas.
"Inovasi dan adopsi digital merupakan pilar utama pertumbuhan ekonomi bagi Asean. Keberhasilannya bergantung pada kawasa ini untuk memerangi ancaman siber," kata Naveen Menon, President ASEAN Cisco di Jakarta, Selasa (23/1/2018).
Selain itu, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa negara-negara ASEAN termasuk pelit ketika mengeluarkan anggaran untuk keamanan siber. ASEAN saat ini menghabiskan rata-rata 0,07 persen dari PDB untuk keamanan siber.
Laporan tersebut melanjutkan, kawasan ini perlu meningkatkan pengeluarakan mereka antara 0,35 persen dan 0,61 persen dari PDB agar sebanding dengan anggaran keamanan siber negara-negara maju.
Jika tidak ditangani secara serius, ancaman siber di kawasan ASEAN dapat menjadi bumerang yang sangat serius. Data Cisco menunjukkan, serangan dapat mengurangi kapitalisasi pasar perusahaan-perusaan besar ASEAN sebesar 750 miliar dolar.
Untuk menanggulangi hal tersebut, mereka menyarankan agar para anggota ASEAN dapat duduk bersama untuk membuat sebuah peraturan bersama yang terkait keamanan siber regional.
"Perlu dilakukan dialog untuk kemananan siber. Langkah selanjutnya bisa membangun dashboard agar bisa mengintegrasikan langkah-langkah pencegahan serangan siber," ujar Germaine Hoe, Manager Communications Media and Technology Practice A.T. Kearney
Jika keamanan siber dapat ditangani secara serius, ASEAN berpotensi mendapatkan tambahan pendapatan. Data dari A.T. Kearney menunjukkan bahwa ASEAN memiliki potensi pendapatan tambahan 1 triliun dolar AS ke PDB pada 10 tahun ke depan.
Berita Terkait
-
Bisnis Keamanan Siber Kian Menguat, Laba Usaha ITSEC Asia Melonjak 1.171 Persen
-
AI Terus Berkembang, Indonesia Perlu Perkuat Talenta Keamanan Siber
-
16 Serangan Siber per Detik Mengincar Indonesia, Naik 93 Persen dalam 6 Bulan
-
AI Makin Canggih, Penipuan Digital dan Deepfake Rugikan Indonesia Rp9,1 Triliun
-
Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026
Terpopuler
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Cabut, Cesc Fabregas Blak-blakan Dibuat Kecewa Kiper Como
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- Powder Foundation Wardah untuk Kulit Sawo Matang Shade Apa? Ini 5 Pilihannya
- 5 Shio Beruntung Hari Ini 4 September 2026, Urusan Mulai Lancar
Pilihan
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
-
Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster
-
Gemuruh Erupsi Gunung Anak Krakatau Terdengar Hingga Pesisir Pandeglang: Bikin Rumah Bergetar
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
Terkini
-
Regulasi Kehutanan Dinilai Mandul, Hutan Indonesia Terancam Karhutla
-
AHY: Jabatan Tak Abadi, Fasilitas Negara Jangan Dipakai Politik
-
Persija Sikat Borneo FC, Ini Klasemen Sementara Pekan I Super League 2026/2027
-
Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi
-
Lantik Pengurus Golkar Jateng, Bahlil Lahadalia Targetkan Penambahan Kursi di Pemilu 2029
-
Jumenengan Hangabehi Sebatas Melengkapi Adat, Gusti Neno: Belum Ada Raja Definitif
-
Erupsi Gunung Anak Krakatau: Lampung Selatan Siaga, Masyarakat Diminta Tak Terpancing Hoaks
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
-
Link Streaming Debut Emil Audero Malam Ini Rayo Vallecano vs Racing Santander
-
Bandar Lampung Berselimut Abu Gunung Anak Krakatau, Warga Diimbau Gunakan Masker