Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengaku belum puas dengan penjelasan Facebook terkait skandal kebocoran data milik 1.096.666 pengguna di Indonesia dan masih menunggu jawaban lebih lanjut dari perusahaan media sosial itu.
Dalam siaran pernya, Jumat (13/4/2018), Kemkominfo mengatakan ada dua penjelasan yang masih dinanti dari Facebook. Pertama, apakah Facebook akan memberikan peringatan dini berupa informasi kepada pengguna bisa data-data mereka disalahgunakan.
Kedua, jelas Kominfo, Facebook belum menjelaskan potensi penyalahgunaan data pengguna dari aplikasi pihak ketiga kepada Kemkominfo.
Selain itu Kemkominfo juga meminta Facebook menjelaskan struktur tanggung jawab jika terjadi penyalahgunaan data pribadi pengguna di Indonesia.
"Kementerian Kominfo menegaskan agar Facebook mematuhi legislasi atau regulasi yang berlaku di Indonesia," tegas Kemkominfo.
Kemkominfo mengakui bahwa Facebook, melalui Kepala Perlindungan Data Facebook Irlandia, telah mengirim surat berisi penjelasan tentang langkah yang diambil dalam skandal kebocoran data pengguna.
Dalam surat itu, Facebook mengaku sudah melakukan audit terhadap kebocoran data pengguna, tetapi hasilnya belum disampaikan secara lengkap dan rinci kepada Pemerintah Indonesia.
Kedua, Facebook sudah memberikan informasi soal akses pihak ketiga dalam skandal yang melibatkan perusahaan analisis politik asal Inggris, Cambridge Analytica. Terakhir, Facebook sudah memperbarui kebijakan untuk mencegah pihak ketiga mengambil data pengguna.
Berita Terkait
-
Viral Pengguna FB Bagi Tips Dapat Makanan Gratis dari Shopee, Tuai Kecaman Gegara Rugikan Driver
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
5 Cara Download Video FB yang Diprivasi Lewat HP, Praktis Tanpa Aplikasi
-
Cara Mendapatkan Uang dari FB Pro bagi Pemula, Bisa Raup Belasan Juta per Bulan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
Terkini
-
61 Kode Redeem FF Terbaru 23 Maret 2026, Klaim Joker Bundle dan Diamond Gratis
-
Daftar Harga HP Infinix 2026 Semua Seri, Mana yang Cocok Untukmu?
-
Samsung Galaxy M17e 5G Debut, HP Murah Rp2 Jutaan Ini Usung Baterai Jumbo
-
38 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 23 Maret 2026: Klaim Draft Voucher, Pemain, dan Permata
-
7 HP Gaming Refresh Rate 120Hz Termurah, Baterai Badak Harga Cuma Rp1 Jutaan
-
7 Tablet Anak Pengganti HP untuk Gaming dan Belajar, Bonus Stylus Pen Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Usai Beli Saham Capcom, Arab Saudi Bakal Caplok Moonton Rp102 Triliun
-
15 HP Oppo Terbaru 2026 dan Harganya, Mana yang Cocok Buat Kantongmu?
-
Lenovo dan MSI Siap Luncurkan Laptop dengan Intel Core Ultra 7 serta NVIDIA RTX 5070
-
Death Stranding 2 Pecahkan Rekor di PC, Jadi Jawaban Telak untuk Sony