Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, memperkirakan skandal Facebook di Indonesia, yang menyebabkan sekitar 1,1 juta data pengguna bocor ke pihak ketiga, masih akan berlanjut.
"Saya sendiri belum yakin bahwa ini akhir daripada kasus compromise data ini dengan 80an juta, dengan 1,1 juta masyarakat Indonesia yang datanya di sana. Saya belum yakin," ujar dia di Jakarta, Jumat (27/4/2018) kemarin.
Untuk itu, pihaknya meminta laporan audit Facebook atas pihak ketiga yang dilakukan untuk mengetahui penggunaan kebocoran data.
Facebook pun, kata Rudiantara, belum juga memenuhi permintaan Kominfo untuk menutup akun-akun yang melanggar hukum di Indonesia. Akun-akun yang diminta ditutup itu sudah menumpuk sejak 2016 dan 2017 lalu.
"Facebook punya utang Kominfo cukup banyak selama 2016 dan 2017, masih banyak yang kami minta take down karena melanggar undang-undang, misalkan sifatnya mengadu domba," tutur Rudiantara.
Menkominfo kini memberikan waktu pada Facebook untuk melunasi utang tersebut.
Sementara terkait skandal Facebook di Indonesia, perusahaan media sosial asal Amerika Serikat itu, telah mengirim surat balasan ke Kominfo. Meski demikian Rudiantara mengaku belum tahu isinya karena baru kembali dari luar negeri.
"Belum tahu saya, surat saja saya belum terima. Nanti kita lihat ada rasionalitas bagi kita juga," ucap dia.
Facebook dalam surat balasannya, sudah melakukan pembatasan akses dan pemutusan aplikasi pihak ketiga sejenis CubeYOU dan Aggregate IQ dan kini sedang melakukan investigasi terhadap aplikasi pihak ketiga.
Selain itu, proses audit yang dilakukan Facebook masih berjalan dan akan membutuhkan waktu. Perkembangan proses audit akan diinformasikan kepada pemerintah Indonesia.
Selain surat, untuk membahas skandal Facebook itu perusahaan media sosial terbesar dunia tersebut kabarnya akan mengirim petingginya ke Indonesi. Ia dikabarkan akan bertemu dengan Menkominfo, meski belum diketahui waktu persisnya. (Antara)
Berita Terkait
-
5 Cara Download Video FB yang Diprivasi Lewat HP, Praktis Tanpa Aplikasi
-
Cara Mendapatkan Uang dari FB Pro bagi Pemula, Bisa Raup Belasan Juta per Bulan
-
6 Cara Menghasilkan Uang dari Meta Facebook, Bisa Cuan Jutaan per Bulan
-
Facebook Luncurkan Fitur Nickname di Grup, Mirip Forum Reddit
-
Meta Segarkan Facebook Marketplace untuk Gaet Pengguna Muda
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
Terkini
-
46 Kode Redeem FF Terbaru Aktif Januari 2026, Sambut Event Jujutsu Kaisen
-
Spesifikasi TheoTown: Game Viral Bangun Kota, Simulasi Jadi Pejabat Semena-mena
-
Baldur's Gate 3 Tak Tersedia di Nintendo Switch 2, Developer Ungkap Alasannya
-
Vivo Y500i Resmi Meluncur, Baterai 7.200mAh, RAM 12GB, dan Penyimpanan 512GB
-
Apa itu TheoTown? Game Viral yang Bisa Simulasikan Rasanya Jadi Pemimpin Rezim
-
4 HP HONOR dengan Prosesor Qualcomm Snapdragon: Performa Andal dan Harga Kompetitif
-
Samsung Pamerkan Masa Depan TV Berbasis AI di CES 2026, Siap Ubah Cara Orang Menonton
-
26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 12 Januari 2026, Klaim Pemain 115 dan Belasan Ribu Gems
-
Kreator Digital Butuh Kecepatan Tinggi, Ini Solusi Penyimpanan untuk Konten 4K hingga 8K
-
4 HP Asus RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Performa Cepat Mulai Rp5 Jutaan