Suara.com - Bahan berbasis-bio, seperti kayu dan sutera laba-laba, bisa sangat kuat. Namun, tidak sekuat material selulosa baru yang dikembangkan oleh peneliti dari KTH Royal Institute of Technology di Swedia.
Bahan baru ini lebih kuat dari semua bahan berbasis bio sebelumnya, apakah dibuat atau alami. Itu termasuk pemegang rekor sebelumnya serat laba-laba dragline sutera, umumnya dianggap sebagai sifat bahan berbasis bio terkuat yang belum diciptakan.
"Salah satu tantangan utama bagi siapa saja yang bekerja dengan berbagai bahan adalah bagaimana memanfaatkan properti yang kita tahu ada pada skala nano," kata peneliti Daniel Söderberg.
Dia memaparkan, alam, melalui jutaan tahun evolusi, mampu mengembangkan rute untuk ini. Contohnya adalah kayu yang dibangun dari apa yang disebut nanocellulose, yang dibangun oleh pohon dari air dan karbon dioksida melalui biosintesis
Selama pertumbuhan, dijelaskannya, pohon berhasil menempatkan nanocellulose bersama-sama dengan cara yang terkontrol dan teratur. Alam cukup bagus dalam hal ini, dan kayu mempertahankan beberapa sifat dari nanocellulose.
"Apa yang telah kami lakukan adalah mengembangkan proses di mana kita dapat menggunakan kekuatan dan kekakuan nanocellulose lebih baik, dibandingkan dengan pohon, dan membuat bahan dari itu yang dapat digunakan untuk membangun produk berbasis bio yang kuat,” beber Söderberg.
Proses manufaktur tim melibatkan penangguhan nanofibers di saluran yang sangat sempit, melalui mana aliran air pH rendah dan deionisasi. Ini membantu nanofibril selulosa untuk mengatur dirinya sendiri ke dalam paket yang ketat.
Bahan jadi kuat dan kaku, tapi juga ringan. Seiring dengan jaring laba-laba, serat nanocellulose lebih kuat dari logam, alloys, dan keramik.
Karena kompatibilitasnya yang jelas dengan tubuh manusia, bahan berbasis bio baru dapat digunakan untuk berbagai aplikasi medis. Itu juga bisa digunakan untuk membangun semuanya dari mobil dan pesawat ke furnitur. Dan karena itu adalah bahan berbasis bio, ia memiliki keuntungan berpotensi menjadi biodegradabel.
Baca Juga: Laba-Laba Berwajah Aneh Hebohkan Warganet
Söderberg mengatakan bahwa tim saat ini sedang bekerja untuk meningkatkan proses fabrikasi. Ini termasuk mengatasi beberapa tantangan, seperti kecepatan pembuatan serat, dan kemampuan mengeringkannya. "Pertanyaan kunci yang kami kerjakan adalah penyederhanaan dan paralelisasi - membuat beberapa serat pada saat yang sama," katanya.
Sebuah makalah yang menjelaskan bahwa kontrol Multiscale dari Nanocellulose Assembly: Mentransfer Remoscable Fibril Mechanics ke Serat Makroskopis, baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal ACS Nano. [Digital Trends]
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Xiaomi 17 Max Resmi Meluncur 21 Mei, Bawa Kamera Leica 200MP dan Baterai 8000mAh
-
Samsung Galaxy Z Flip 8 Disebut Jadi HP Lipat Clamshell Terakhir, Ini Penyebabnya
-
Asus Resmi Rilis Monitor ProArt OLED 4K 240Hz untuk Kreator, Harga Tembus Rp40 Jutaan
-
Kaspersky Ungkap 234 Ribu Serangan Password Stealer Ancam Perusahaan di Indonesia
-
31 Kode Redeem FF Terbaru 18 Mei 2026: Borong 60 Tiket Star dan Amankan Scar Megalodon
-
20 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 18 Mei 2026: Trik Irit Dapat Ribuan Gems Buat Pemain F2P
-
Xiaomi Batal Rilis HP Ultra Tipis Pesaing iPhone Air, Ini Alasan Mengejutkannya
-
WhatsApp Uji Fitur Pesan Hilang Setelah Dibaca di iPhone, Privasi Chat Makin Aman
-
Harga dan Spesifikasi nubia Neo 5 Series di Indonesia, HP Gaming 144Hz dengan Cooling Fan
-
5 HP 5G Memori 512 GB Paling Murah, Simpan Foto dan Video HD Tanpa Hambatan