Suara.com - Sebuah laporan terungkap bahwa kawanan burung robot menghiasi langit CIna ternyata dilengkapi pengawasan berteknologi tinggi.
Program "spy bird", yang pertama kali dilaporkan oleh South China Morning Post, sudah beroperasi setidaknya di lima provinsi dan menyediakan sulur lain di jaringan pengawasan negara maju.
Drone dove, seperti sedang dikembangkan oleh para peneliti di Northwestern Polytechnical University di provinsi Shaanxi, yang sebelumnya telah bekerja pada jet tempur siluman yang digunakan oleh angkatan udara Cina.
Salah satu peneliti yang terlibat mengatakan, peluncuran teknologi itu masih dalam tahap awal.
"Skala ini masih kecil," kata Yang Wenqing, seorang profesor di Sekolah Aeronautika universitas yang bekerja pada program tersebut.
"Kami percaya teknologi ini memiliki potensi yang baik untuk penggunaan berskala besar di masa depan ... ia memiliki beberapa keuntungan unik untuk memenuhi permintaan drone di sektor militer dan sipil."
Setiap burung robot dilengkapi dengan teknologi GPS, kamera definisi tinggi dan sistem kontrol penerbangan yang terhubung dengan satelit untuk memungkinkan remote control. Drone juga menggunakan motor listrik kecil untuk mengepakkan sayap, sehingga hewan ternak di tanah tidak dapat membedakannya dari burung sungguhan.
Baru-baru ini, Cina menguji armada kapal drone yang mampu membentuk "gerombolan hiu" melawan kapal musuh.
Latihan yang melibatkan 56 kapal tak berawak terjadi di Laut Cina Selatan awal bulan ini untuk menunjukkan kemampuan mereka bekerja dalam formasi selama perang laut.
Baca Juga: Jutawan Bitcoin Ini Bikin Lengan Robot Musuh Spiderman
"Setelah dilengkapi dengan senjata, kapal tempur kecil tak berawak dapat menyerang musuh dalam jumlah besar, mirip dengan drone," kata Li Jie, seorang ahli angkatan laut Cina, pada saat itu. [Independent]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Indosat Gandeng NVIDIA, Gaspol AI Nasional
-
28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 Mei 2026: Trik F2P Bobol Event TOTS Dapat Pemain Meta
-
27 Kode Redeem FF Terbaru 6 Mei 2026: Intip Emote Sepeda Ninja dan Jadwal Lelang Evo Eclipse
-
Terpopuler: 13 HP Infinix Murah RAM Besar, Bocoran Fitur iPhone 18 Pro Beredar
-
Redmi Watch 6 Meluncur di Pasar Global: Harga Sejutaan, Baterai Tahan Lama
-
40 Kode Redeem FC Mobile Aktif 5 Mei 2026, Hadiah Pemain MLS hingga Gems Gratis
-
71 Kode Redeem FF Max Terbaru 5 Mei 2026: Raih Item Gintama dan Gloo Wall Gratis
-
5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
-
Bank of America Sarankan Harga GTA 6 Agar Lebih Mahal, Apa Alasannya?
-
Lolos Sertifikasi FCC dan Postel Komdigi, Xiaomi Siapkan 2 Tablet Murah Terbaru