2. Code Red
Virus Code Red pertama kali muncul pada tahun 2001 dan ditemukan oleh dua karyawan eEye Digital Security. Virus tersebut dinamakan Code Red karena dua orang itu sedang minum Code Red Mountain Dew pada saat ditemukan.
Virus ini menargetkan komputer dengan server web Microsoft IIS yang terinstal, mengeksploitasi masalah buffer overflow dalam sistem. Setelah terinfeksi, virus ini akan membuat seratus salinan itu sendiri tetapi karena bug dalam pemrograman, ia akan menggandakan lebih banyak dan akhirnya akan memakan banyak sumber daya sistem.
3. Melissa
Dibuat oleh David L. Smith pada tahun 1999, virus ini memiliki kemampuan menyebar sendiri melalui pesan email. Menurut sang pencipta, virus itu dinamai dari seorang penari eksotis dari Florida.
Ini dimulai sebagai dokumen Word yang terinfeksi yang diposting di grup alt.sex usenet dan mengklaim sebagai daftar kata sandi untuk situs-situs porno. Hal ini membuat orang penasaran dan ketika virus itu diunduh, itu akan memicu makro di dalam dan melepaskan muatannya. Virus Melissa ini akan mengirimkan dirinya sendiri ke 50 orang teratas di buku alamat email pengguna.
Berita Terkait
-
Singapura Jadi Negara Sumber Serangan Siber Terbesar di Dunia
-
Ransomware Baru Ini Minta Foto Telanjang Korban Sebagai Tebusan
-
Bocah SMP Jepang Diperiksa Polisi Karena Ciptakan Ransomware
-
Waspada! Peretas Sembunyikan Virus dalam File Subtitle Film
-
Serangan Virus Ransomware Wannacry, Kominfo: Jangan Panik
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daftar Harga HP Flagship Xiaomi Terbaru 2026, Mana yang Paling Layak Dibeli?
-
Terpopuler: Rekomendasi HP Vivo Seri Terbaik, 7 Laptop Pesaing MacBook Neo
-
Anker Kenalkan Soundcore Liberty 5 Pro Series, TWS Premium dengan Casing AMOLED
-
Xiaomi REDMI Watch 6 Resmi Meluncur di Indonesia, Smartwatch AMOLED 2.07 Inci dengan Baterai 24 Hari
-
Palo Alto Networks Luncurkan Idira, Platform Keamanan Identitas AI untuk Lawan Ancaman Siber Modern
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8%, Ekonom Sebut Gojek dan Grab Bisa Bertahan Andalkan Ekosistem Digital
-
58 Kode Redeem FF Terbaru 23 Mei 2026: Klaim Skin Eclipse, Ada Hujan Diamond
-
Penjualan Kacamata Pintar Google Diprediksi Tembus 2 Juta, Tantang Dominasi Meta
-
iQOO 16 dan Vivo V80 Muncul di Database IMEI, Skor AnTuTu Tembus 5 Juta?
-
POCO X9 Pro Max Dirumorkan Bawa Baterai 12.000 mAh, Usung 'Spek Dewa'