Suara.com - Facebook Indonesia akhirnya memberikan penjelasan setelah absen dalam sidang perdana gugatan class action di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (21/8/2018).
Seperti diwartakan sebelumnya Facebook, Facebook Indonesia, bersama Cambridge Analytica digugat oleh Indonesia ICT Institute (IDICT) dan Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Informasi Indonesia (LPPMII) karena diduga terlibat dalam kebocoran data pribadi milik jutaan pengguna Facebook di Indonesia.
"Kami menghormati proses sidang yang sedang berjalan saat ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," bunyi keterangan juru bicara Facebook Indonesia yang diterima Suara.com via pesan singkat.
Lebih lanjut Facebook membantah ada pengguna Facebook di Nusantara yang data-datanya turut dicuri dan disalahgunakan dalam kasus yang melibatkan perusahaan konsultan politik Cambridge Analytic tersebut.
Memang pada Juli kemarin, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengaku sudah menerima hasil penyelidikan awal dari Facebook yang isinya mengungkapkan bahwa tak ada pengguna Facebook yang menjadi korban dalam skandal Cambridge Analytica yang ramai sejak Maret lalu itu.
Laporan Facebook itu berbeda dari data sebelumnya yang menyebutkan lebih dari sejuta pengguna Facebook Indonesia yang datanya telah dirampas dalam skandal Cambridge Analytica.
Sementara dalam sidang di Pengadilan Jakarta Selatan, seperti yang diterangkan hakim, perwakilan Facebook di Indonesia menolak hadir karena nama yang didaftarkan penggugat dalam surat panggilan salah. Alhasil sidang akan ditunda dan akan dilanjutkan pada 27 November 2018.
Berita Terkait
-
Meta Mulai Patuhi PP Tunas Komdigi, Anak 16 Tahun Dilarang Punya Facebook-Instagram-Threads
-
Viral Pengguna FB Bagi Tips Dapat Makanan Gratis dari Shopee, Tuai Kecaman Gegara Rugikan Driver
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
5 Cara Download Video FB yang Diprivasi Lewat HP, Praktis Tanpa Aplikasi
-
Cara Mendapatkan Uang dari FB Pro bagi Pemula, Bisa Raup Belasan Juta per Bulan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Daftar 6 iPhone Paling Worth It Dibeli di Tahun 2026 dan Harganya
-
Komdigi Akan Blokir Wikipedia Sepekan Lagi Jika Ultimatum Tidak Diacuhkan
-
Laptop AI Intel Core Ultra Series 3 Resmi Dijual di Indonesia, Ini Keunggulan dan Daftar Mereknya
-
5 HP Samsung Seri A dengan Layar AMOLED: Display Mewah Harga Murah
-
23 Kode Redeem FC Mobile 15 April 2026, Bersiap Klaim Pemain Kompensasi Bug OVR 117
-
Lowongan Talenta AI Makin Diburu, Telkomsel Ajak Mahasiswa Ikut IndonesiaNEXT 2026
-
Vivo T5 Pro Resmi Debut, HP Midrange Baterai 9.020 mAh Ini Siap ke Indonesia
-
Skip iPhone X: Ini 5 iPhone Terlawas yang Masih Layak Dibeli 2026
-
7 HP Oppo RAM 8 GB dengan Kamera Bagus, Hasil Jernih Cocok Buat Eksis di Medsos
-
Update Anyar Roblox di PS5, Hadirkan Peningkatan Performa dan Fitur Baru