Suara.com - Google dan sekelompok peneliti bawah laut bekerja sama mengembangkan AI (Artificial Intelligence) untuk mengolah data suara misterius bawah laut.
Selama bertahun-tahun, suara misterius bawah laut dihasilkan oleh beberapa makhluk langka atau dentuman dari gunung bawah laut.
Dengan bantuan cetologist (ahli paus), gabungan tim peneliti mengembangkan AI atau kecerdasan buatan yang dapat mengolah suara misterius dari paus maupun sumber suara lain.
Rekaman data yang dihasilkan oleh humpback whale atau paus bungkuk sangat rumit dan butuh waktu bertahun-tahun untuk menganalisnya.
Baca Juga: Mengenal Air Traffic Controller, Bagian Krusial Dalam Penerbangan
Namun dengan bantuan AI milik Google, analisis suara misterius bawah laut dapat dilakukan dengan waktu yang lebih sedikit.
Paus dikenal sebagai hewan yang dapat menempuh perjalanan cukup panjang di dasar laut. Mereka juga terkenal sebagai hewan laut ''sosial'' yang berarti bahwa mereka juga sering melakukan pertemuan rutin dengan paus lainnya.
Baca Juga: Critical Eleven, Sebelas Menit Paling Menegangkan di Pesawat
Paus bungkuk biasanya saling memanggil satu sama lain sebelum melakukan pertemuan rutin mereka.
Hewan penghuni laut dalam itu juga dikenal.
Berita Terkait
-
Pemerintah Panggil Google dan Meta agar Patuhi PP TUNAS
-
Google Pixel 10a Rilis, HP Google Termurah di Lini Pixel dengan Fitur AI
-
Terapkan 7 Trik Rahasia Google Maps Berikut, Bebas Nyasar ke Hutan atau Sawah
-
Google dan YouTube Dukung PP Tunas, Tolak Larangan Akses Anak, Dorong Keamanan Digital Berbasis AI
-
Google Maps Rombak Fitur Navigasi Jadi Lebih Detail dengan Menyajikan Tampilan 3D
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Pemerintah Panggil Google dan Meta agar Patuhi PP TUNAS
-
32 Kode Redeem FC Mobile 31 Maret 2026, Siap Hadapi Kiper Raksasa 270 Cm?
-
35 Kode Redeem FF 31 Maret 2026, Bocoran Event Kolaborasi Gintama dan Squad Beatz Bulan April
-
HMD Crest 2 Pro Bakal Pakai Chip Snapdragon Terbaru, Usung Baterai 6.000 mAh
-
Usai Debut di Filipina, HP Gaming Murah Nubia Neo 5 Series Bakal ke Indonesia
-
Setara Laptop Entry Level: Harga PS5 Bekas di Maret 2026 Berapaan?
-
10 Cara Mengatasi WhatsApp Pending padahal Sinyal Bagus, Coba Tips Ini
-
Mantan Petinggi Perusahaan Sarankan Disney Akuisisi Fortnite dan Epic Games
-
Poco X8 Pro Rilis 2 April, Baterai 8500mAh dan Dimensity 8500
-
REDMI 15 untuk Outdoor: Baterai Jumbo 7000mAh dan Tahan Air