Suara.com - Seorang remaja bernama Meke Fifita dideportasi dan didenda 3.000 dolar Amerika Serikat atau Rp 42 juta atas aksi isengnya menulis bahwa ia memiliki bom dalam aplikasi olah pesan di dalam pesawat Air New Zealand.
Dilansir dari Hitekno, aplikasi in-flight messaging atau olah pesan di dalam pesawat diketahui diperbolehkan bekerja ketika pesawat sedang mengudara. Namun, remaja berusia 19 tahun asal Australia ini justru menyalahgunakannya dengan menulis kalimat "saya memiliki bom".
Akibat ulahnya, maskapai penerbangan bertindak tegas dan segera diadili di Pengadilan Distrik Manukau pada 10 Januari lalu karena melanggar Undang-Undang Penerbangan Sipil.
Meke Fifita memberikan informasi kepada orang lain berkaitan dengan keselamatan sebuah pesawat, namun informasi tersebut salah sehingga ia dikenai tuntutan.
Meke Fifita menulis kalimat tersebut ketika Air New Zealand A320 sedang meluncur ke landasan pacu. Remaja itu kemudian ditangkap setelah pesawat menuju Sidney tersebut kembali ke gerbang.
Di dalam pengadilan, dijelaskan bahwa Meke Fifita berpergian seorang diri dari Tonga ke Sidney sehingga harus transit di Auckland.
"Saya mengetik 'saya punya bom' karena saya pikir itu lucu," jelas Meke Fifita saat ditanya tentang latar belakang aksinya.
Meski begitu, Meke Fifita mengaku sangat menyesal dan tertekan setelah diproses di pengadilan.
Dikutip dari Gizmodo, pengacara Meke Fifita, Jane Northwood, menyebut insiden itu sebagai "peristiwa yang sangat bodoh abad ini". Tetapi ia juga mengatakan bahwa kliennya merasa tertekan dengan apa yang telah dilakukannya.
Baca Juga: Anaknya Ngambek Tak Mau Pergi, Aksi Lucu Ayah Ini Jadi Sorotan
"Aku belum pernah bertemu dengan orang yang lebih tertekan dan menyesal seperti Fifita sebelumnya," ucap Northwood.
Denda Rp 42 juta yang dijatuhkan kepada Meke Fifita telah dibayar oleh ayahnya yang berada di Sidney. Meski hanya iseng dan bercanda, remaja itu kini harus dideportasi ke negara asalnya. (Rezza Dwi Rachmanta)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan