Suara.com - Kain motif batik memiliki beragam jenis dan nama berdasarkan daerah asal. Berbagai jenis motif memiliki makna berdasarkan daerahnya masing-masing.
Biasanya setiap motif batik memiliki makna dan merupakan ciri khas daerah dari kota tersebut penghasil tersebut
Seperti Batik motif Mega Mendung yang khas dari Cirebon, Batik Kawung dari Jawa Tengah dan masih banyak lagi.
Namun pemilik akun @nihaqus di Twitter yang mengunggah foto seorang pria yang tampak sedang berada di depan ruangan memakai kemeja batik bermotif parang berwarna kuning cerah.
Awalnya tak ada yang berbeda dengan motif baju batiknya, namun apabila diperhatikan lebih detail baju batik yang dikenakan laki-laki tersebut memiliki motif menggemaskan, yakni kuda Pony.
Salah satu karakter kuda di kartun My Little Pony bernama AppleJack berwarna kuning berada di tengah-tengah motif batiknya.
Usut punya usut bahwa bajunya ini merupakan produksi 'Bateeq' mereka bekerja sama dengan Hasbro sebagai produsen My Little Pony pada bulan Maret lalu.
Netizen ini memberikan keterangan lebih lanjut bahwa laki-laki yang memakai kemeja batik kuda pony ini merupakan konsultan yang ada di kantornya.
Pria konsultan tersebut bukan dari Indonesia, dirinya bernama Jian Yang warga Singapura. Jian Yang merupakan pria yang populer karena dirinya merupakan kolektor boneka Barbie terbanyak sedunia.
Baca Juga: Jadi Tak Seram , Pawai Kuntilanak dan Pocong Ini Viral di Twitter
Jadi nggak heran ya guys dia memilih baju batiknya bermotif My Little Pony ya.
Unggahan ini pun dipenuhi komentar netizen di Twitter, banyak yang menanggapi bahwa guru dari salah satu netizen memakai batik sesuai dengan profesi mereka.
@claradmaja ''guru mtk gue malah pakek batik motif sin cos tan akan trigonometri''
@melinakris7 ''Unyu bat ternyata''
@tiara_ysnt ''Lucu sekali''
@eksantripratiwi ''Lucuu pengen beliin buat pacar tp mau pake ga ya''
Unggahan baju batik dengan motif kuda pony ini viral di Twitter dan mendapatkan lebih dari 13 retweet dan 7 ribu likes.
HiTekno.com/Dinar Surya Oktarini
Berita Terkait
-
Saepul Rencanakan Mutilasi Depok Demi Gasak Motor Korban
-
Fakta Baru Mutilasi Depok: Saepul Diduga Penyuka Sesama Jenis, Motif Masih Teka-teki
-
Dalih Iseng Teror Bom SDN Srengseng, Polisi Gandeng Densus 88 Bongkar Motif Asli Pelaku
-
Motif Asmara Tak Direstui! Aksi Fortuner Putih Culik Lansia di PIK Terancam 12 Tahun Bui
-
Sakit Hati Ditagih Utang, Cucu di Banyumas Bunuh Nenek dan Dibuang ke Sumur Demi Harta
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN