Suara.com - Pertanyaan berat baru saja dilemparkan kepada seorang ilmuwan. Ia bertanya apa yang akan dilakukan ilmuwan NASA ketika mengetahui dunia akan berakhir atau kiamat.
''Jika para ilmuwan benar-benar tahu ada bencana yang mengakibatkan dunia berakhir, beberapa asteoid sedang menuju Bumi, akankah ilmuwan memberi tahu kita?'' kata Channel pendidikan Big Thing di YouTube.
Salah satu ilmuwan NASA dan juga seorang astronom, Michelle Thaller ternyata memberikan jawaban mengejutkan.
''Ya, kami akan memberi tahu semua orang ketika akan ada tabrakan yang mengakibatkan dunia berakhir,'' kata Thaller.
Dia menjelaskan bahwa setiap malam, ilmuwan NASA mencari adakah benda yang kemungkinan bertabrakan dengan Bumi.
Ketika mereka menemukan sesuatu yang terlihat berisiko, mereka akan memberi tahu pada semua orang.
Menyembunyikan sepotong batu besar (asteroid) saat meluncur dan bersiap menghantam Bumi adalah sesuatu yang sulit.
Bahkana apabila NASA menginginkannya (menjaga rahasia), hal tersebut tetap sulit dilakukan.
Thaller mengatakan bahwa ada teleskop bertebaran di planet Bumi.
Baca Juga: Hati-hati, NASA Lansir Peringatan Tiga Asteroid Melintas Bumi !
Tak mungkin ada orang yang menyembunyikan fakta bahwa asteroid besar berada di jalur sama dengan Bumi.
Namun NASA dan juga para ilmuwan telah mempersiapkan hal-hal untuk mencegah asteroid menabrak Bumi.
Dikutip dari IFLScience, Kantor Kebijakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung Putih mengeluarkan laporan baru yang berjudul "Strategi dan Rencana Aksi Nasional Jarak Dekat Bumi."
Dokumen dengan 18 halaman itu berisi langkah-langkah yang akan NASA lakukan dalam 10 tahun ke depan untuk mencegah asteroid berbahaya yang akan menabrak Bumi.
Salah satu dari langkah antisipasi itu adalah NASA akan membangun robot.
NASA akan mengendalikan robot dan membantu membelokkan steroid sehingga tidak menjadi ancaman lagi.
Berita Terkait
-
PLTP Sarulla Kehilangan Sepertiga Kapasitas, Pemerintah Siapkan Investasi Rp2,6 Triliun
-
Kenapa Jepang Sering Diguncang Gempa Bumi Besar?
-
Investor Asing Tarik Dana dari Pasar Saham Rp70,18 M di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran
-
Korban Tewas Gempa Jepang Tembus 34 Orang, Masih Banyak Terjebak di Bangunan Runtuh
-
Gempa Jepang Lumpuhkan Pabrik Otomotif Hingga Kelangkaan Suku Cadang, Toyota Stop Produksi Sementara
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan