Andi Arief juga sempat bikin panas kuping kubu Prabowo Subianto pada Agustus 2018 lalu. Lewat Twitter ia mengejek Prabowo, pensiunan jenderal bintang tiga, sebagai jenderal kardus.
"Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangan ke kuningan. bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tidak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan, jenderal kardus," tulis Andi pada malam 8 Agustus 2018.
"Jenderal kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang Sandi uno untuk mengentertain PAN dan PKS," lanjut dia.
Sindiran Andi itu diduga karena Prabowo menggandeng Sandiaga Uno, alih-alih politikus Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai calon wakil presiden untuk mendampinginya dalam pemilihan umum 17 April mendatang.
Belakangan Andi dan Prabowo bertemu di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta. Dalam pertemuan itu, keduanya berpelukan.
3. Mata Jokowi untuk Novel Baswedan
Jelang akhir 2018, Andi Arief memantik perdebatan ketika ia meminta Presiden Joko Widodo menyerahkan sebuah matanya untuk penyidik KPK, Novel Baswedan.
"Kalau Jokowi berkeinginan memberi sebelah matanya Pada Novel Baswedan, mari kita bicara soal penculikan dan pembunuhan masa lalu. Kenapa mata Pak Jokowi? Karena percuma punya mata tapi tau mau melihat persoalan yg mudah ini untuk diselesaikan," cuit Andi pada 30 Desember 2018.
Andi kala itu menyindir Jokowi yang dinilainya tak kunjung bisa mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel, yang menyebabkan salah satu mata penyidik KPK itu rusak.
4. PDIP Merusak Baliho SBY di Pekanbaru
Masih di bulan Desember 2018, Andi Arief juga memicu kontroversi ketika menyebut bahwa beberapa baliho dan bendera milik Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau, telah dirusak oleh orang suruhan PDIP.
"Keterangan pelaku perusakan yang ditangkap DPC Demokrat malam tadi menyebut dia disuruh Pengurus PDIP. Info awal itu terlalu gegabah jika dipercaya begitu saja. Selama ini hubungan kami baik. Tugas polisi menyimpulkannya. Tidak ada alasan, pelakunya ada. Beda dg kasus lain," tulis Andi pada 15 Desember 2018.
Tak berhenti di situ saja. Andi kemudian menulis bahwa ada informasi keterlibatan polisi dalam perusakan bendera serta baliho Demokrat tersebut.
"Ada dua fakta dan informasi dari perusakan atribut Partai Demokrat di Riau yang cukup memprihatinkan. Pertama, pengakuan suruhan pengurus PDIP. Kedua ada informasi keterlibatan Polda. Dua-duanya membahayakan dan masih kami dalami. Ini bukan seledar baleho!!!" imbuh Andi.
PDIP sendiri membantah tudingan Andi tersebut. Sementara polisi ketika itu telah menangkap seorang yang diduga sebagai pelaku perusakkan baliho serta bendera Demokrat tersebut.
5. Dituding Sebar Kebencian Berbau SARA dalam kasus Ahok
Pada Desember 2016 Andi Arief sempat menjadi sorotan setelah akun Twitter miliknya mencuit kicauan terkait Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang ketika itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, yang dinilai bisa memantik kebecian berdasarkan SARA.
"Ahok jangan rusak damai dan persatuan yang sudah baik. Kita tidak ingin pembakaran kampung Tionghoa, tidak ingin ada yang diperkosa, dll," bunyi kicauan dalam akun @AndiArief_AA pada 2 Desember 2016, bertepatan dengan aksi demonstrasi 212 di Jakarta.
Akibat kicauan itu, Andi dilaporkan oleh Komunitas Advokat Muda Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat (Kotak BADJA) ke Polda Metro Jaya.
Andi sendiri membantah tudingan itu. Ia mengatakan bahwa pada 2 Desember 2016 ia hanya menulis 9 tweet dan tak satu pun yang berbaru SARA. Ia kemudian melaporkan balik Kotak BADJA yang dinilainya telah merekayasa akun twitter tersebut.
Kasus itu sendiri kini sudah tak terdengar lagi juntrungannya. Akun Twitter @AndiArief_AA kemudian menghilang dari jagat maya.
Berita Terkait
-
Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel
-
Miris! Eks Kapolres Bima Kota Pakai Uang Sabu Rp434 Juta Buat Umrah Keluarga
-
Geger! Pria di Jagakarsa Pukul Orang Secara Acak Karena 'Bisikan', Polisi: Dia Positif Sabu
-
Luka Bakar 47 Persen! Istri Siri Dipaksa Anggota Polisi Buat Sabu hingga Disiram Air Keras
-
Sasar Anak Main HP Depan Rumah, Penjambret di Kalideres Jual Curian Buat Beli Sabu!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol