Suara.com - Google sedang mempersiapkan fitur baru dalam akun Google yang akan memungkinkan pengguna secara otomatis menghapus Riwayat Lokasi dan data Aktivitas Web serta Aplikasi setelah periode waktu yang ditentukan. Nantinya, pengguna dapat menghapus data setelah tiga atau delapan belas bulan, kemudian akan terus dihapus secara rutin dari waktu ke waktu.
Dilansir dari The Verge, fitur ini dihadirkan setelah munculnya masalah pada tahun lalu yang menyebutkan bahwa Google akan terus melacak lokasi pengguna bahkan ketika pengguna mematikan pengaturan Riwayat Lokasi. Jika ingin sepenuhnya menghentikan fitur tersebut, pengguna harus secara manual membuka menu Pengaturan untuk mematikan fitur Aktivitas Web dan Aplikasi.
Namun, dengan fitur baru tersebut, lokasi pengguna akan dihapus secara otomatis termasuk setiap bit data riwayat lokasi yang disimpan Google.
Google mengatakan, fitur tersebut akan diluncurkan ke seluruh pengguna global dalam beberapa minggu mendatang dan fitur tersebut akan hadir sebagai opsi. Dengan kata lain, pengguna juga dapat menghapus data secara manual.
Berita Terkait
-
Google Blokir Pengembang Aplikasi Pabrik Klik Palsu
-
Google Ubah Cara Karyawan Melaporkan Pelecehan dan Diskriminasi
-
Populer di Indonesia, Bagaimana Cara Google Duo Bersaing dengan WhatsApp?
-
Google Doodle Ingatkan Pengguna untuk Mencoblos di Pemilu 2019
-
Google Izinkan Pengguna Android Gunakan Ponselnya Sebagai Kunci Keamanan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation