Stephen Reicher, psikolog sosial St. Andrews University, Inggris menekankan pihak keamanan harus mampu keluar dari jebakan homogenitas kerumunan massa itu.
Mereka tak boleh memperlakukan orang-orang di dalam kelompok massa secara sama rata.
Rekomendasi ini diberikan oleh dua peneliti psikologi sosial, Clifford Stott dan Stephen Reicher, setelah mereka menganalisis sebuah kasus kerusuhan di Inggris pada 31 Maret 1990.
Pihak keamanan harus mampu mengidentifikasi mana individu-individu yang menjadi motor kerusuhan, dan mana orang-orang yang hanya ikut-ikutan saja.
Pembedaan dalam penanganan ini bisa memecah-belah massa yang menyerang, sehingga agresivitas mereka tidak cepat menyebar.
Di sisi lain, media massa juga harus mampu menyampaikan berita secara akurat.
Jurnalis perlu menyadari bahwa liputan tentang korban dari kelompok massa aksi dapat menyebabkan efek ganda. Berita tentang korban meninggal dapat meningkatkan kewaspadaan, tetapi dapat juga memperluas konflik.
Di satu sisi, pemberitaan penting untuk menggambarkan skala kerusuhan, tetapi bila tidak disajikan secara detail, justru akan menyulut konflik di daerah-daerah lainnya.
Saat memberitakan korban meninggal, misalnya, jurnalis harus menceritakan kronologi peristiwa itu sedetail mungkin.
Baca Juga: Cegah Kerusuhan 22 Mei Susulan, Brimob Masih Jaga Bawaslu dan KPU
Misalnya, dalam konteks pemberitaan aksi demo 22 Mei perlu diberitahukan sebelum terjadi bentrokan antara aparat dan massa, sudah ada instruksi bahwa polisi tidak dipersenjatai dengan peluru tajam.
Dalam situasi seperti sekarang ini, orang mudah termakan kabar bohong yang bertujuan meningkatkan skala kerusuhan.
Aksi protes, bila dilakukan secara konstitusional, adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan berdemokrasi. Tetapi, kita harus memastikan aksi massa itu tetap terbingkai oleh kewarasan.
Artikel ini sebelumya telah tayang di The Conversation.
Berita Terkait
-
Mahasiswa Trisakti hingga Tani Merdeka Gelar Demo Hari Ini, 4.263 Polisi Berjaga di 5 Titik Jakpus
-
Evaluasi Barikade Demonstrasi: Belajar Merawat Demokrasi dari Korea Selatan
-
Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Temukan Alat Pelacak di Mobilnya Usai Demo Gejayan Memanggil
-
Kembalikan Kawan Kami, Keluarkan Dia, Aksi Cipayung Menggugat Desak Demonstran Dibebaskan
-
Laga Perdana Tim Melli Diwarnai Demonstrasi Anti-Republik Islam Iran di Depan Stadion SoFi
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026
-
Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan
-
Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru
-
Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google
-
Bujet Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan Review Memuaskan
-
45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Juni 2026: Tahan Puzzle Messi Demi Pemain OVR 118