2. Gerhana Ugarit
Salah satu Gerhana Matahari paling awal yang tercatat, Gerhana Ugarit menggelapkan langit selama 2 menit dan 7 detik pada 3 Mei 1375 SM, menurut sebuah analisis tablet tanah liat, ditemukan pada tahun 1948. Kemudian, sebuah laporan di jurnal Nature pada tahun 1989 mengungkapkan bahwa Gerhana sebenarnya terjadi pada 5 Maret 1223 SM. Sejarawan Mesopotamia di Ugarit, sebuah kota pelabuhan di Suriah Utara, menceritakan bahwa Matahari "dipermalukan" selama Gerhana total ini.
3. Gerhana Asiria
Pada 763 SM, kekaisaran Asiria, yang sekarang Irak, Matahari benar-benar dikalahkan selama 5 menit. Catatan awal dari periode tersebut menyebutkan Gerhana di jalur yang sama dengan pemberontakan di kota Ashur, yang sekarang dikenal sebagai Qal'at Sherqat (ditunjukkan pada gambar) di Irak, menunjukkan bahwa orang-orang kuno menghubungkan keduanya dalam pikiran mereka.
4. Gerhana Cina Awal
Pada 1302 SM, sejarawan China mendokumentasikan Gerhana Total epik yang menghalangi Matahari selama 6 menit dan 25 detik. Karena Matahari adalah simbol kaisar, Gerhana dipandang sebagai peringatan bagi pemimpin.
Setelah gerhana, seorang kaisar akan makan makanan vegetarian dan melakukan ritual untuk menyelamatkan Matahari, menurut sebuah studi tahun 2003 di Journal of Astronomical History and Heritage.
Kevin D. Pang, seorang astronom di Jet Propulsion Laboratory NASA, dan rekannya menganalisis prasasti pada fragmen cangkang kura-kura kuno (disebut tulang orakel) untuk mengetahui tanggal Gerhana pada 5 Juni 1302 SM. Sebagian dari tulisan itu berbunyi: "Diviner Ko bertanya apakah hari berikutnya akan cerah atau tidak," menurut siaran pers NASA.
Di sisi sebaliknya dari fragmen itu, prasasti itu melanjutkan, "... hari ke-52, kabut sampai subuh berikutnya. Tiga nyala memakan Matahari, dan bintang-bintang besar terlihat." Selama gerhana matahari, saat bayangan bulan menutupi matahari, "bintang-bintang besar" akan terlihat oleh penduduk bumi pada siang hari.
Baca Juga: Ini yang Perlu Diketahui Saat Fenomena Gerhana Matahari Total
5. Gerhana Raja Henry
Ketika Raja Henry I dari Inggris, putra William Sang Penakluk, meninggal pada tahun 1133 M., peristiwa itu bertepatan dengan Gerhana Matahari Total yang berlangsung 4 menit dan 38 detik. Dalam manuskrip "Historia Novella," William dari Malmesbury menceritakan bahwa "kegelapan yang mengerikan" membuat hati para lelaki gelisah.
Setelah kematian, perjuangan untuk tahta melemparkan kerajaan ke dalam kekacauan dan perang saudara. Dalam "Anglo-Saxon Chronicle," sebuah bagian juga menceritakan Gerhana ini.
"Pada tahun ini Raja Henry pergi ke laut di Lammas, dan hari kedua ketika dia berbaring dan tidur di kapal, hari yang gelap di seluruh negeri dan Matahari menjadi seperti Bulan selama tiga malam, dan bintang-bintang tentang hal itu di tengah hari. Jadi, pada tahun yang sama raja wafat pada hari berikutnya setelah Misa Santo Andreas, 2 Desember di Normandia," menurut pernyataan NASA.
Berita Terkait
-
Ini yang Perlu Diketahui Saat Fenomena Gerhana Matahari Total
-
Sayangnya, Gerhana Matahari Total Ini Tak Bisa Diamati di Indonesia
-
Donald Trump Sempat Lihat Gerhana Matahari dengan Mata Telanjang
-
Gerhana Matahari Total, Dua Menit Amerika Serikat Gelap Gulita
-
Ini Alasan Jangan Melihat Gerhana Matahari Total Langsung
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
8 HP Murah dengan Kamera Terbaik untuk Fotografi Ringan 2026, Hasil Jernih
-
Spill Rahasia Konten Estetik Tanpa Ribet, Cukup Pakai OPPO Reno16 Series
-
Perbandingan Spesifikasi Infinix Hot 70 vs Tecno Spark 50, Duel HP Murahh Baterai Jumbo
-
Rumor Samsung Setop Galaxy Z Flip, Galaxy Z Flip8 Disebut Jadi Generasi Terakhir
-
Tips Aman Jual Beli Akun Mobile Legends, Wajib Cek Status PSE Sebelum Transaksi
-
Realme Narzo 100x 5G Meluncur 15 Juli, Bawa Baterai 8.000mAh, Layar 144Hz dan AI Gemini
-
Sudah Hapus Ribuan Foto tapi Memori WhatsApp Tetap Penuh? Ini 3 Cara Mengatasinya
-
Vivo X Fold 6 Global Kantongi Sertifikasi Ini, Sinyal Kuat Peluncuran Resmi Makin Dekat
-
DJI Osmo Pocket 4P Resmi Dirilis, Kamera Gimbal Saku 1 Inci dengan Dual Lens untuk Konten Sinematik
-
EZVIZ Pamer Ekosistem Smart Home AI, Smart Lock Face Recognition Jadi Sorotan