Suara.com - Consumer Electronics Show (CES) merupakan pameran tahunan yang diselenggarakan oleh Consumer Technology Association (CTA). Acara tersebut mencakup presentasi produk dan teknologi baru dalam industri elektronik konsumen.
Menurut laporan The Verge, gelaran CES tahun depan akan memungkinkan mainan seks untuk masuk ke dalam ajang tersebut. Mainan seks disebut memenuhi syarat untuk dimasukkan di bawah bagian pertunjukan kesehatan dan kebugaran. CTA mengatakan bahwa mereka akan memasukkan sebagai uji coba selama satu tahun.
Di sisi lain, agar dapat masuk ke dalam kategori tersebut, mainan seks harus inovatif dan memiliki teknolofi baru.
"Kami tidak ingin melihat deretan vibrator standar," ucap Karen Chupka, seorang yang bertugas mengawasi CES.
Meski begitu, pihak CES telah memperbarui kebijakan untuk kode berpakaian. CES akan memberikan hukuman bagi perusahaan yang mempekerjakan model dengan pakaian seksi dan terlalu terbuka.
Kebijakan tersebut pun berlaku pada seluruh staf CES. CTA menambahkan bahwa hal-hal yang bersifat pornografi juga akan dilarang di gelaran tahun depan.
CES sendiri sebelumnya telah terlibat dalam kontroversi ketika sebuah penghargaan ditarik dari sebuah perusahaan mainan seks yang sebagian besar dikelola oleh perempuan dan berfokus pada perempuan. Pembaruan aturan ini, CES pun menghabiskan biaya sebesar 10 juta dolar AS untuk dana modal ventura yang difokuskan untuk mendukung bisnis yang dikelola oleh perempuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi