Suara.com - Meski misterius karena tak kunjung bisa dideteksi, asteroid 2006 QV89 diyakini tidak akan menghantam Bumi ketika melintas dalam jarak yang cukup dekat pada Senin 9 September 2019, demikian diwartakan Space.com baru-baru ini.
Para astronom yakin asteroid 2006 QV89 tidak akan menabrak Bumi, meski mereka tak mampu memantau langsung pergerakan asteroid tersebut, karena teleskop-teleskop di Bumi selalu gagal menemukannya.
Asteroid 2006 QV89 pertama ditemukan 29 Agustus 2006 oleh teleskop Catalina Sky Survey, Tuscon, Arizona, Amerika Serikat. Berdiameter 20 sampai 50 meter, asteroid itu memiliki peluang satu berbanding 7000 untuk menabrak Bumi saat melintas pada Senin.
European Southern Observatory (ESO), institusi astronomi Eropa yang khusus meneliti langit bagian selatan, menjelaskan bahwa astroid itu pernah terlihat pada 2016 dan setelah diamati selama 10 hari, ia menghilang begitu saja.
Ketika tiba saat asteroid itu mencapai titik terdekatnya dengan Bumi dan disebut memiliki potensi menabrak planet kita hari ini, para astronom hanya bisa memprediksi lokasinya dengan tingkat akurasi sangat rendah.
Karena tak bisa dideteksi oleh teleskop, maka para astronom menggunakan pendekatan terbalik: jika asteroid 2006 QV89 benar-benar akan menghantam Bumi, maka ia akan melewati lintasan tertentu.
Mereka lalu mengarahkan teleskop raksasa Very Large Telescope (VLT) di Gurun Atacama, Chile ke lintasan yang harusnya dilewati asteroid 2006 QV89 jika asteroid itu menabrak Bumi.
Pengamatan atas area atau lintasan itu selama 4-5 Juli kemarin, mereka tidak berhasil mendeteksi adanya asteroid 2006 QV89. Dari sana mereka menyimpulkan asteroid tersebut tak akan menabrak Bumi.
Belum pernah sebelumnya dalam sejarah para astronom mengambil kesimpulan tentang peluang tabrakan asteroid dengan Bumi tanpa melihat langsung pergerakan sebuah asteroid.
Baca Juga: Tiga Fakta Unik Asteroid Monster yang Berpapasan dengan Bumi Pekan Depan
Tetapi pada astronom di ESO meyakinkan bahwa, sekalipun asteroid 2006 QV89 menabrak Bumi, risikonya terhadap manusia sangat kecil. Dengan ukuran yang relatif kecil, ia akan terbakar habis saat memasuki atmosfer.
Berita Terkait
-
Mengenal Asteroid 2025 PN7, Bulan Kedua yang Mengorbit Bersama Bumi
-
Ilmuwan Pastikan Kawah Silverpit di Laut Utara Tercipta akibat Asteroid
-
NASA Siapkan Opsi Nuklir untuk Cegah Asteroid Tabrak Bulan
-
NASA Pastikan Asteroid Raksasa Tidak Ancam Bumi, Tapi Potensi Tabrakan dengan Bulan
-
Ilmuwan Prediksi Ancaman Asteroid Sebesar Lapangan Bola Menabrak Bumi, Potensi Kiamat?
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
65 Kode Redeem FF Terbaru 12 Januari 2026: Raih Skin SG2, Scar Megalodon, dan Sports Car
-
Poster Vivo X200T Terungkap: Bawa Kamera Zeiss, Andalkan Chip Kencang MediaTek
-
7 HP Murah Chip Kencang dengan Memori 256 GB Januari 2026, Harga Mulai 1 Jutaan!
-
Update Bracket Swiss Stage M7: AE Butuh 1 Kemenangan, ONIC Masih Berjuang
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
CES 2026: LG Perkenalkan AI in Action, AI Nyata Untuk Rumah Sampai Kendaraan
-
Honor Siapkan HP Murah Baterai 10.000 mAh, Usung Layar 1.5K dan Chip Snapdragon
-
46 Kode Redeem FF Terbaru Aktif Januari 2026, Sambut Event Jujutsu Kaisen
-
Spesifikasi TheoTown: Game Viral Bangun Kota, Simulasi Jadi Pejabat Semena-mena
-
Baldur's Gate 3 Tak Tersedia di Nintendo Switch 2, Developer Ungkap Alasannya